<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-8836911959831677711</id><updated>2011-08-13T23:51:58.113+07:00</updated><title type='text'>ANAK PURWOREJO'S SITE</title><subtitle type='html'>BERBAGI-AKTUALISASI.</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://suburpwr.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8836911959831677711/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://suburpwr.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Mas Yanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12544157041332963678</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_e6rE9RHBsgE/Sy9sJb2zgjI/AAAAAAAAADU/d8QAJm-5pfA/S220/21-12-09_0713.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>21</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8836911959831677711.post-6116338134607852323</id><published>2011-03-01T01:31:00.000+07:00</published><updated>2011-03-01T01:31:59.648+07:00</updated><title type='text'>Memuliakan Tamu</title><content type='html'>Nabi menyuruh kita untuk memuliakan setiap tamu.&lt;br /&gt;"Tamu" bisa diartikan setiap orang yang datang ke rumah kita, entah saudara, teman, kerabat, orang tua, bahkan guru kita.&lt;br /&gt;"memuliakan" artinya menyambut dengan senang hati, lapang dada, kalau dalam bahasa Sunda artinya "ngabageakeun".&lt;br /&gt;"memuliakan Tamu" artinya menyambut setiap orang yang datang kepada kita, ke rumah kita dengan senang hati, dengan senyuman, dan bahkan dengan kalimah, alhamdulillah, sebagai tanda syukur kepada Allah, bahwa kita masih mempunyai kerabat yang memperhatikan kita,&lt;br /&gt;Dari sisi hakekat, tamu bisa diartikan sebagai segala sesuatu yang datang kepada kita, harus kita sambut dengan senang hati, lapang dada, bahkan disambut dengan alhamdulillah, apapun dan bagaimanapun, bisa jadi tamu itu berbentuk ujian, cobaan, baik berupa hal-hal yang enak, kenikmatan, maupun yang bersifat tidak mengenakkan hati, seperti rizki berkurang(menurut ukuran manusia), kecelakaan, kehilangan, dsb. itu semua (enak/tidak enak) smua harus kita sambut dengan puji syukur alhamdulillah, sebagai tanda kita menerima dengan sadar dan sabar.&lt;br /&gt;Dibalik kesulitan ada kemudahan. "fainna ma'al 'usri yusraa....inna ma'al usri yusraa....( QS 94 : 5-6 )......&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;wallaahu a'lam bishawwab&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8836911959831677711-6116338134607852323?l=suburpwr.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://suburpwr.blogspot.com/feeds/6116338134607852323/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://suburpwr.blogspot.com/2011/03/memuliakan-tamu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8836911959831677711/posts/default/6116338134607852323'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8836911959831677711/posts/default/6116338134607852323'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://suburpwr.blogspot.com/2011/03/memuliakan-tamu.html' title='Memuliakan Tamu'/><author><name>Mas Yanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12544157041332963678</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_e6rE9RHBsgE/Sy9sJb2zgjI/AAAAAAAAADU/d8QAJm-5pfA/S220/21-12-09_0713.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8836911959831677711.post-1568816700193678894</id><published>2011-02-27T14:32:00.001+07:00</published><updated>2011-02-27T14:34:37.104+07:00</updated><title type='text'>Perhiasan ,   emas dan imitasi.</title><content type='html'>Emas, apapun bentuknya dan bagaimanapun modelnya tetaplan emas, dengan warna yang khas. dan tidak akan berubah sampai kapanpun.terlihat sangat sederhana. Tetapi dibalik kesederhanaannya, emas akan selalu dicari dan didamba oleh orang, dan yang pasti harganya mahal.&lt;br /&gt;Ini berbeda dengan imitasi. Imitasi...fisically terlihat sangat bagus, cantik, dan mempesona. apalagi dengan bentuk dan model yang kadang " mengalahkan " emas. tapi.. ingat harganya takkan pernah mengungguli emas.&lt;br /&gt;emas tetaplah emas dan imitasi tetaplah imitasi. tinggal pilih......&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam rumahtangga... isteri adalah perhiasan bagi suami, pun sebaliknya..... inilah emas yang mahal itu. dari proses mendapatkannya, pengalaman hidup yang dilalui pasca ijab qobul, dan yang paling mahal adalah janji sehidup semati yang didahului dengan kalimah suci " ASYHADU AN LAA ILAAHA ILLALLAAH WA ASYHADU ANNAA MUHAMMADAN RASUULULLAAH. " Itulah EMAS yang aku maksudkan.&lt;br /&gt;lantas apakah kita mau membiarkan emas itu dan menikmati imitasi yang adlah PALSU?........&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8836911959831677711-1568816700193678894?l=suburpwr.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://suburpwr.blogspot.com/feeds/1568816700193678894/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://suburpwr.blogspot.com/2011/02/perhiasan-emas-dan-imitasi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8836911959831677711/posts/default/1568816700193678894'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8836911959831677711/posts/default/1568816700193678894'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://suburpwr.blogspot.com/2011/02/perhiasan-emas-dan-imitasi.html' title='Perhiasan ,   emas dan imitasi.'/><author><name>Mas Yanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12544157041332963678</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_e6rE9RHBsgE/Sy9sJb2zgjI/AAAAAAAAADU/d8QAJm-5pfA/S220/21-12-09_0713.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8836911959831677711.post-3537117383655093453</id><published>2011-02-27T14:30:00.000+07:00</published><updated>2011-02-27T14:30:25.667+07:00</updated><title type='text'>LENYEPANEUN</title><content type='html'>Inget waktu khutbah nikah, kata ustadz, bahwa 'dina pernikahan antara salaki jeung nu jadi pamajikanana kudu daek narima 4 K " ......dalam pernikahan, atau dalam berumah tangga, antara suami dan istri harus mau menerima keadaan 4 K (dalam bhs Sunda)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. KURUNGNA (raganya masing-masing) atau keadaan fisik masing-masing. apapun dan bagaimanapun, dalam artian mau cantik atau kurang cantik, ganteng atau tidak (menurut ukuran manusia) harus diterima dengan lapang dada semata-mata mengharapkan ridha Allah.&lt;br /&gt;2. KURINGNA (jiwa atau ruhaninya),&lt;br /&gt;3. KARANGNA (dalam bhs Indonesia arti katanya adalah tahi lalat / andheng-andheng (bhs Jawa), karang atau tahi lalat dlam keadaan tertentu dapat menjadikan orang menjadi kelihatan manis dan menarik ( sebut saja nama Rano Karno, atau Elvie Sukaesih…….termasuk Umi Aini….hehe) yang dengan karangnya mereka kelihatan menarik. Maksudnya adalah apa yang membuat menarik, membuat jatuh cinta, dari kedua fihak. Pendek kata hal-hal positif dari kedua fihak, harus diterima, dan ini pasti yang diharapkan oleh semua orang, cantik, ganteng, baik budi, ramah, tidak sombong, tajir, dll. dan&lt;br /&gt;4. KORONGNA (upil...Indonesia/Jawa). KORONG atau UPIL sering diidentikkan dengan sesuatu yang kotor dan menjijikkan. Maksudnya hal-hal negatif yang ada pada pasangan kita masing-masing pun mau tak mau, suka tidak suka harus diterima dengan LEGOWO, lapang dada. Pada saatnya nanti itulah yang dpat menjadikan hidup lebih indah dan bermakna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi adakah alasan bagi kita untuk berpindah ke lain hati? Syukuri apa yang ada. Hidup adalah anugerah…..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;wallahu a'lam bishawwab.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8836911959831677711-3537117383655093453?l=suburpwr.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://suburpwr.blogspot.com/feeds/3537117383655093453/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://suburpwr.blogspot.com/2011/02/lenyepaneun.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8836911959831677711/posts/default/3537117383655093453'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8836911959831677711/posts/default/3537117383655093453'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://suburpwr.blogspot.com/2011/02/lenyepaneun.html' title='LENYEPANEUN'/><author><name>Mas Yanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12544157041332963678</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_e6rE9RHBsgE/Sy9sJb2zgjI/AAAAAAAAADU/d8QAJm-5pfA/S220/21-12-09_0713.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8836911959831677711.post-2323722541242331075</id><published>2010-04-17T00:28:00.003+07:00</published><updated>2010-04-17T00:32:36.671+07:00</updated><title type='text'>KONSEP, ALIRAN, DAN SEJARAH  KOPERASI</title><content type='html'>KONSEP KOPERASI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. KONSEP KOPERASI BARAT&lt;br /&gt;Koperasi merupakan organisasi swasta, yang dibentuk secara sukarela oleh orang-orang yang mempunyai persamaan kepentingan, dengan maksud mengurusi kepentingan para anggotanya serta menciptakan keuntungan timbal balik bagi anggota koperasi maupun perusahaan koperasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Unsur-unsur Positif Konsep Koperasi Barat&lt;br /&gt;• Keinginan individu dapat dipuaskan dengan cara bekerjasama antar sesama anggota, dg saling membantu dan saling menguntungkan&lt;br /&gt;• Setiap individu dg tujuan yang sama dapat berpartisipasi untuk mendapatkan keuntungan dan menanggung risiko bersama&lt;br /&gt;• Hasil berupa surplus/keuntungan didistribusikan kepada anggota sesuai dengan metode yang telah disepakati&lt;br /&gt;• Keuntungan yang belum didistribusikan akan dimasukkan sebagai cadangan koperasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. KONSEP KOPERASI SOSIALIS&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Koperasi direncanakan dan dikendalikan oleh pemerintah dan dibentuk dengan tujuan merasionalkan produksi, untuk menunjang perencanaan nasional.&lt;br /&gt;Menurut konsep ini, koperasi tidak berdiri sendiri tetapi merupakan subsistem dari sistem sosialisme untuk mencapai tujuan-tujuan sistem sosialis-komunis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. KONSEP KOPERASI NEGARA BERKEMBANG&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Koperasi sudah berkembang dengan ciri tersendiri, yaitu dominasi campur tangan pemerintah dalam pembinaan dan pengembangannya.&lt;br /&gt;• Perbedaan dengan Konsep Sosialis, pada konsep Sosialis, tujuan koperasi untuk merasionalkan faktor produksi dari kepemilikan probadi ke pemilikan kolektif sedangkan konsep koperasi negara berkembang, tujuan koperasi adalah meningkatkan kondisi sosial ekonomi anggotanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ALIRAN KOPERASI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A. Aliran Yardstick&lt;br /&gt;• Dijumpai pada negara-negara yang berideologi kapitalis atau yang menganut perekonomian Liberal.&lt;br /&gt;• Koperasi dapat menjadi kekuatan untuk mengimbangi, menetralisasikan dan mengoreksi&lt;br /&gt;• Pemerintah tidak melakukan campur tangan terhadap jatuh bangunnya koperasi di tengah-tengah masyarakat. Maju tidaknya koperasi terletak di tangan anggota koperasi sendiri&lt;br /&gt;• Pengaruh aliran ini sangat kuat, terutama dinegara-negara barat dimana industri berkembang dg pesat. Spt di AS, Perancis, Swedia, Denmark, Jerman, Belanda dll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. Aliran Sosialis&lt;br /&gt;• Koperasi dipandang sebagai alat yang paling efektif untuk mencapai kesejahteraan masyarakat, disamping itu menyatukan rakyat lebih mudah melalui organisasi koperasi.&lt;br /&gt;• Pengaruh aliran ini banyak dijumpai di negara-negara Eropa Timur dan Rusia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C. Aliran Persemakmuran (Commonwealth)&lt;br /&gt;•Koperasi sebagai alat yang efisien dan efektif dalam meningkatkan kualitas ekonomi masyarakat.&lt;br /&gt;•Koperasi sebagai wadah ekonomi rakyat berkedudukan strategis dan memegang peranan utama dalam struktur perekonomian masyarakat&lt;br /&gt;•Hubungan Pemerintah dengan gerakan koperasi bersifat “Kemitraan (partnership)”, dimana pemerintah bertanggung jawab dan berupaya agar iklim pertumbuhan koperasi tercipta dengan baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kemakmuran Masyarakat Berdasarkan Koperasi” karangan E.D. Damanik&lt;br /&gt;Membagi koperasi menjadi 4 aliran atau schools of cooperatives berdasarkan peranan dan fungsinya dalam konstelasi perekonomian negara, yakni :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Cooperative Commonwealth School&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aliran ini merupakan cerminan sikap yang menginginkan dan memperjuangkan agar prinsip-prinsip koperasi diberlakukan pada bagian luas kegiatan manusia dan lembaga, sehingga koperasi memberi pengaruh dan kekuatan yang dominan di tengah masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. School of Modified Capitalism (Schooll Yardstick)&lt;br /&gt;Suatu paham yang menganggap koperasi sebagai suatu bentuk kapitalisme, namun memiliki suatu perangkat peraturan yang menuju pada pengurangan dampak negatif dari kapitalis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. The Socialist School&lt;br /&gt;Suatu paham yang menganggap koperasi sebagai bagian dari sistem sosialis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d. Cooperative Sector School&lt;br /&gt;Paham yang menganggap filsafat koperasi sebagai sesuatu yang berbeda dari kapitalisme maupun sosialisme, dan karenanya berada di antara kapitalis dan sosialis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SEJARAH LAHIRNYA KOPERASI&lt;br /&gt;• 1844 di Rochdale Inggris, lahirnya koperasi modern yang berkembang dewasa ini. Th 1852 jumlah koperasi di Inggris sudah mencapai 100 unit&lt;br /&gt;• 1862 dibentuklah Pusat Koperasi Pembelian “The Cooperative Whole Sale Society (CWS)&lt;br /&gt;• 1818 – 1888 koperasi berkembang di Jerman dipelopori oleh Ferdinan Lasalle, Fredrich W. Raiffesen&lt;br /&gt;• 1808 – 1883 koperasi berkembang di Denmark dipelopori oleh Herman Schulze&lt;br /&gt;• 1896 di London terbentuklah ICA (International Cooperative Alliance) maka koperasi telah menjadi suatu gerakan internasional&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejarah Perkembangan Koperasi di Indonesia&lt;br /&gt;• 1895 di Leuwiliang didirikan pertama kali koperasi di Indonesia (Sukoco, “Seratus Tahun Koperasi di Indonesia”). Raden Ngabei Ariawiriaatmadja, Patih Purwokerto dkk mendirikan Bank Simpan Pinjam untuk menolong teman sejawatnya para pegawai negeri pribumi melepaskan diri dari cengkeraman pelepas uang.&lt;br /&gt;Bank Simpan Pinjam tersebut, semacam Bank Tabungan jika dipakai istilah UU No. 14 tahun 1967 tentang Pokok-pokok Perbankan, diberi nama “De Poerwokertosche Hulp-en Spaarbank der Inlandsche Hoofden” = Bank Simpan Pinjam para ‘priyayi’ Purwokerto.&lt;br /&gt;Atau dalam bahasa Inggris “the Purwokerto Mutual Loan and Saving Bank for Native Civil Servants”&lt;br /&gt;• 1920 diadakan Cooperative Commissie yang diketuai oleh Dr. JH. Boeke sebagai Adviseur voor Volks-credietwezen. Komisi ini diberi tugas untuk menyelidiki apakah koperasi bermanfaat di Indonesia.&lt;br /&gt;• 12 Juli 1947, diselenggarakan kongres gerakan koperasi se Jawa yang pertama di Tasikmalaya&lt;br /&gt;• 1960 Pemerintah mengeluarkan Peraturan Pemerintah No. 140 tentang Penyaluran Bahan Pokok dan menugaskan koperasi sebagai pelaksananya.&lt;br /&gt;• 1961, diselenggarakan Musyawarah Nasional Koperasi I (Munaskop I) di Surabaya untuk melaksanakan prinsip Demokrasi Terpimpin dan Ekonomi Terpimpin&lt;br /&gt;• 1965, Pemerintah mengeluarkan Undang-Undang No. 14 th 1965, dimana prinsip NASAKOM (Nasionalis, Sosialis dan Komunis) diterapkan di Koperasi. Tahun ini juga dilaksanakan Munaskop II di Jakarta&lt;br /&gt;• 1967 Pemerintah mengeluarkan Undang-Undang No. 12 tahun 1967 tentang Pokok Pokok Perkoperasian disempurnakan dan diganti dengan UU no. 25 tahun 1992 tentang Perkoperasian&lt;br /&gt;• Peraturan Pemerintah No.9 tahun 1995 tentang kegiatan Usaha Simpan Pinjam dan Koperasi&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8836911959831677711-2323722541242331075?l=suburpwr.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://suburpwr.blogspot.com/feeds/2323722541242331075/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://suburpwr.blogspot.com/2010/04/konsepaliran-dan-sejarah-koperasi-dunia.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8836911959831677711/posts/default/2323722541242331075'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8836911959831677711/posts/default/2323722541242331075'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://suburpwr.blogspot.com/2010/04/konsepaliran-dan-sejarah-koperasi-dunia.html' title='KONSEP, ALIRAN, DAN SEJARAH  KOPERASI'/><author><name>Mas Yanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12544157041332963678</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_e6rE9RHBsgE/Sy9sJb2zgjI/AAAAAAAAADU/d8QAJm-5pfA/S220/21-12-09_0713.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8836911959831677711.post-8635333715928537426</id><published>2010-03-02T00:37:00.000+07:00</published><updated>2010-03-02T00:37:39.247+07:00</updated><title type='text'>KALIMAH TAHLIL</title><content type='html'>Bismillaahirraamaanirrahiim, asyhadu an laa ilaaha illallaah wa asyhadu annaa Muhammadarrasuulullaah.&lt;br /&gt; Sebagai ummat Islam tentu sudah tidak asing dengan kalimah tauhiid di atas, yakni syahadah, yag sering dibacakan setiap hari, terutama waktu melaksanakan sholat. Tua-muda, pria-wanita, hampir semua hafal di luar kepala, kedua kalimah syahadat di atas, karena memang sangat mudah diucapkannya. &lt;br /&gt; Namun di samping “sangat mudah” diucapkan, ternyata terkandung makna yang sangat dalam, yang mempengarui perikehidupan seseorang, dalam hubungannya kepada Allah Swt, dan kepada sesama manusia serta makhluk Allah lainnya. Bahkan menjadi kunci dan syarat sahnya seseorang untuk memasuki dunia Islam. Kalimah yang mengandung arti yang sangat penting bagi manusia &lt;br /&gt; Kalimah kunci, yang bila manusia  belum mengucapkan kalimah ini tidak berhak menyandang status muslim. Ini tentunya bukan tanpa alasan, sebab kalimah tahlil ini sebagai pernyataan diri  sekaligus janji prasetia, bahwa tiada tuhan yang wajib dan hak untuk disembah, diibadahi, diminta pertolongan, dan dipercayai, kecuali Allah Swt. &lt;br /&gt; Lantas bagaimanakah pengaruhnya kalimah ini bagi manusia? Apakah cukup dengan membacakan atau mengucapkan tahlil ataukah ummat Islam harus bertahlil dalam arti menghidupkan kalimah tahlil ini? &lt;br /&gt; Menurut hemat saya, tahlil hukumnya wajib bagi ummat Islam. Artinya segenap ummat Islam harus bertahlil. Akan tetapi bukan tahlil yang hanya sekedar (maaf) ritual seperti yang sering kita lihat bila ada keluarga yang meninggal dunia. Tetapi dengan perilaku, yakni melaksanakan dengan sepenuh hati apa yang tahlil sendiri inginkan. Kalau tidak salah, kalimah tahlil yang berbunyi &lt;i&gt;“laa ilaaha illallaah muhammadan rasuulullaah&lt;/i&gt;” kalau diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia artinya “tiada Tuhan selain Allah, dan Muhammad utusan Allah".&lt;br /&gt; Nah, demi melihat dan memahami arti kalimah ini menjadi teranglah kita bahwa kita harus memantapkan hati, tekad (niat)-ucap- dan perilaku kita, bahwa tidak ada “tuhan” selain Allah.  Tuhan di sini menurut pendapat saya artinya segala sesuatu yang sangat diyakini adanya, sangat dipercayainya, sangat dijunjung tinggi, diikuti, dan mempengaruhi seseorang baik niat, ucapan, maupun perilaku. Tuhan ini menurut pendapat saya banyak macamnya. Ada yang menjadi abdi/hamba tuhan Trimurti, Budha, Khonghuchu, Yesus Kristus. Ada yang bertuhankan api bagi Majusi, Laata-uzza, bahkan ada yang bertuhankan berhala seperti patung dan bahkan ada yang mempercayai kuburan atau orang yang sudah meninggal. Ini adalah kenyataan yang ada disekitar kita, walaupun secara lahiriah dibungkus dengan baju agama dan dalih tertentu. Bagi kita ummat Islam, semua tuhan tadi tak lebih hanya makhluk dari sang Kholiq, yakni Allah Swt, dan ummat Islam harus meninggalkan itu semua dan hanya menyembah, beribadah, mempercayai dan memohon pertolongan kepada Tuhan dari apa yang dianggap tuhan tadi yakni Yang Maha Tunggal, Allah Subhanahu wata’ala. &lt;br /&gt; Kembali kapada tahlil, ini adalah tuntunan bagi ummat Islam. Bahwa semua tuhan tadi harus ditinggalkan. Ummat Islam harus melaksanakan ikrar seperti apa yang diucapkan dalah do’a iftitah waktu sholat, yakni : &lt;i&gt;“Inna shsholatii wa nusukii wa mahyaa yaa wa mammatii lillaahii rabbil ‘aalamiin laa syarika lahuu wa bidzalika umirtuu wa anna minal muslimiin&lt;/i&gt;, yang artinya : &lt;i&gt;Sesungguhnya sholatku, ibadahku, hidup dan matiku adalah bagimu Tuhan seluruh alam raya, yang tiada sekutu sama sekali, demikianlah aku diperitahkan, dan aku termasuk orang-orang yang menyerahkan diri"  &lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersambung.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8836911959831677711-8635333715928537426?l=suburpwr.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://suburpwr.blogspot.com/feeds/8635333715928537426/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://suburpwr.blogspot.com/2010/03/kalimah-tahlil.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8836911959831677711/posts/default/8635333715928537426'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8836911959831677711/posts/default/8635333715928537426'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://suburpwr.blogspot.com/2010/03/kalimah-tahlil.html' title='KALIMAH TAHLIL'/><author><name>Mas Yanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12544157041332963678</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_e6rE9RHBsgE/Sy9sJb2zgjI/AAAAAAAAADU/d8QAJm-5pfA/S220/21-12-09_0713.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8836911959831677711.post-2058915261483860552</id><published>2010-03-01T23:01:00.000+07:00</published><updated>2010-03-01T23:01:12.915+07:00</updated><title type='text'>NGEBLOG MENGGUNAKAN BLOGSPOT</title><content type='html'>Ngeblog sudah menjadi trend baru. Akhir-akhir ini kebutuhan akan internet semakin meningkat, baik untuk urusan bisnis, aktualisasi diri, promosi, maupun untuk sekedar mencari teman melaluui jejaring sosial, seperti FB&lt;, Friendster, Twitter, dan lainnya. Untuk keperluan aktualisasi diri ataupun menyalurkan hobbi menulis, juga untuk mencari artikel dan bertukar informasi, tersedia media seperti wikipedia, blogspotnya Google, Google site, dan sebagainya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut adalah beerapa alasan mengapa saya lebih memilih ngeblog menggunakan Blogspotnya Google:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Cepat sekali masuk di search engine.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan RAHASIA memang jika Blogspot adalah kepunyaan Google,&lt;br /&gt;sehingga jika ngeblog menggunakan Blogspot, akan cepat sekali&lt;br /&gt;masuk di Google, bahkan rankingnya pun cepat bagus.&lt;br /&gt;Nah kalau rankingnya bagus, kan enak, banyak pengunjungnya. :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau banyak pengunjungnya, yah tinggal diuangkan, misalnya&lt;br /&gt;dengan "Pay Per Click", pasang banner produk orang lain, atau&lt;br /&gt;promosikan produk sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi ranking dan kunjungan itu PENTING kan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Apa-apa serba Gratis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah ini dah bukan rahasia. Karena Google dah kaya, makanya&lt;br /&gt;blogspotnya dikasih-kasihkan gratis. Tapi bukan berarti nggak&lt;br /&gt;bernilai. Justru blogspot punya banyak kelebihan dibandingkan&lt;br /&gt;penyedia blog yang lain.&lt;br /&gt;Bukan cuman jargon, atau cuman daftar aja gratis. Namun dalam-&lt;br /&gt;dalamnya semuanya GRATIS! :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Mudah dan sederhana menggunakannya!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah ini juga kelebihan blogspot yang nggak ada duanya. Sangat&lt;br /&gt;mudah ngeblog dengan BS. Dan sederhana.&lt;br /&gt;Asal bisa menulis dengan word doc, maka pasti bisa menggunakan&lt;br /&gt;blogspot untuk ngeblog.&lt;br /&gt;Pokoknya asal mau ikut panduan sedikit, dan mau nulis apa saja&lt;br /&gt;yang anda suka, maka anda sudah bisa membuat blog yang baik&lt;br /&gt;dan dengan waktu, bisa banyak kunjungannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oke????? Selamat Ngeblog!!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8836911959831677711-2058915261483860552?l=suburpwr.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://suburpwr.blogspot.com/feeds/2058915261483860552/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://suburpwr.blogspot.com/2010/03/ngeblog-menggunakan-blogspot.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8836911959831677711/posts/default/2058915261483860552'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8836911959831677711/posts/default/2058915261483860552'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://suburpwr.blogspot.com/2010/03/ngeblog-menggunakan-blogspot.html' title='NGEBLOG MENGGUNAKAN BLOGSPOT'/><author><name>Mas Yanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12544157041332963678</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_e6rE9RHBsgE/Sy9sJb2zgjI/AAAAAAAAADU/d8QAJm-5pfA/S220/21-12-09_0713.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8836911959831677711.post-2227308003972694661</id><published>2010-02-24T01:06:00.000+07:00</published><updated>2010-02-24T01:06:32.497+07:00</updated><title type='text'>PETUNJUK ALLAH MELALUI ANAKKU</title><content type='html'>PETUNJUK ALLAH MELALUI ANAKKU&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Allah akan memberi petunjuk kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan itu merupakan hak prerogatif Allah, mau dengan cara apapun dan bagaimanapun. Ada kalanya petunjuk itu datang melalui mimpi, seperti apa yang terjadi pada Nabi Ibrahim dalam peristiwa penyembelihan putra tercintanya Ismail, yang akhirnya oleh Allah diganti dengan seekor binatang sembelihan. Ada kalanya dengan perantaraan perilaku binatang, seperti apa yang terjadi pada peristiwa Qabil dan Habil, putera Nabi Adam, dimana setelah Qabil membunuh Habil, dia merasa kebingungan, lantas Allah memberi petunjuk dengan perilaku seekor burung yang sedang mengais-ngais tanah untuk mengubur saudaranya. Ada pula dengan dialog langsung dengan Allah, seperti yang terjadi pada kisah Nabi Musa, dan hal-hal lain. &lt;br /&gt; Itu kisah para Nabi dan Rasul yang menjadi teladan bagi manusia sepanjang jaman. Sekali lagi, Allah akan memberikan petunjuk kepada siapa yang dikehendaki-Nya. &lt;br /&gt; Sebenarnya aku akan menceritakan tentang perilaku anakku, si Bungsu, yang akhir-akhir ini sering bertabiat tidak seperti biasanya, walau tidak mengurangi kelucuan dan perilaku anak-anaknya yang menggemaskan. Ini diawali ketika si Bungsu sakit panas, batuk, dan pilek. Saat itu kondisi keuangan sedang ......., ada sejumlah kewajiban  yang belum terbayar, ditambah dua anakku sakit panas, batuk-pilek. Ketika si Bungsu sakit itulah, dia selalu minta digendong, namanya juga anak-anak, tak peduli kondisi orang tuanya sedang bagaimana, setiap kali minta digendong dia akan menangis sambil teriak-teriak, sampai keinginannya terpenuhi, malah kadang sambil &lt;i&gt;lolongseran&lt;/i&gt; (berguling di lantai: Sunda). Kadang kalau hati sedang &lt;i&gt;drop&lt;/i&gt;, sering juga terpancing untuk marah. Istriku pun demikian, malah istriku menjadi ikut sakit, yah….., mungkin karena terlalu sering beban menggendong anakku, yang lumayan &lt;i&gt;bongsor&lt;/i&gt;, istriku jadi ikut sakit, terutama berut bagian bawah. &lt;br /&gt; Terus terang aku menjadi kalut, antara sedih dan bingung. Sedih karena anak dan isteriku sakit, dan bingung karena sedang tidak mempunyai cukup uang untuk membawa anak dan isteriku berobat ke dokter. Ditambah lagi melihat kendisi rumah tempat tinggal atapnya cukup mengkhawatirkan, yang sudah sangat urgent untuk diperbaiki, dan kalau tidak, mungkin kalau hujan terus menerus akan mengakibatkan ambrolnya atap rumah karena sudah tidak cukup kuat menahan beban. Aku berfikir, bagimana caranya mendapatkan dana untuk itu semua. &lt;br /&gt; Dalam kondisi demikian aku berusaha akan mencari pinjaman kepada kakakku tapi kuurungkan niatku, mau minta tolong kepada orang tua, aku tidak sampai hati. Hingga suatu saat aku ngobrol dengan adikku, aku mendapatkan motivasi untuk bangkit, memulai sesuatu yang baru, yang sebenarnya sudah sangat aku inginkan untuk memulainya jauh hari sebelumnya, yaitu memulai membuka usaha  baru. Melalui adikku aku mendapatkan pencerahan, Karena kebetulan dia praktisi, dan memulai dari nol. &lt;br /&gt; Lantas apa hubungannya antara pencerahan dari adikku dengan judul tulisan ini?…..Subhanallah…setelah dengan usaha, dan berdoa, dan terakhir bicara dengan adikku, aku merenung. Ternyata apa yang dikatakan adikku dalam usaha benar belaka. Bahkan sebenarnya anakku telah memberikan contoh yang sangat nyata. Yaitu tidak berhenti berusaha sebelum keinginan tercapai. Memang sangat sederhana, keinginan seorang anak dua tahun untuk digendong, dengan usaha hanya menangis dan terus memohon kepada orang tuanya, dengan mengorbankan rasa malunya….(tentu saja dia tak menyadarinya)…berguling-guling di lantai. Hingga apa yang diinginkan tercapai. Aku jadi malu sendiri. Kalau seorang anak balita bisa berusaha keras mendapatkan apa yang diinginkannya, apa yang dicita-citakanya, mengapa aku yang bisa berfikir ini tidak bisa????? Mengapa aku harus malu, kalau apa yang aku lakukan untuk membahagiakan anak dan isteriku yang merupakan amanah dari Allah? Lebih malu manakah antara mulai usaha untuk menafkahi keluarga dengan selalu mendapatkan pinjaman tapi rencana pengembalian yang tidak jelas????? &lt;br /&gt;  Yaa Allah. Terima kasih atas petunjuk yang Engkau berikan ini, dan mudahkanlah segala urusanku……. Amien yaa Robbal ‘alamiien.&lt;br /&gt; Semoga bermanfaat, terutama untuk diriku sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahu a’lam bishshawwab.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8836911959831677711-2227308003972694661?l=suburpwr.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://suburpwr.blogspot.com/feeds/2227308003972694661/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://suburpwr.blogspot.com/2010/02/petunjuk-allah-melalui-anakku.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8836911959831677711/posts/default/2227308003972694661'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8836911959831677711/posts/default/2227308003972694661'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://suburpwr.blogspot.com/2010/02/petunjuk-allah-melalui-anakku.html' title='PETUNJUK ALLAH MELALUI ANAKKU'/><author><name>Mas Yanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12544157041332963678</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_e6rE9RHBsgE/Sy9sJb2zgjI/AAAAAAAAADU/d8QAJm-5pfA/S220/21-12-09_0713.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8836911959831677711.post-2680651911720080201</id><published>2010-02-22T21:46:00.002+07:00</published><updated>2010-02-22T21:53:52.558+07:00</updated><title type='text'>TUJUAN IBADAH</title><content type='html'>TUJUAN IBADAH&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam beribadah, kita semua ummat Islam janganlah dengan setengah hati, laksanakan apa yang kita mampu dengan tanpa ragu. Kita beribadah adalah merupakan perintah dari Allah, dan bukan perintah dari manusia, karena dasar itulah kita harus segera dan menyegerakan diri untuk beribadah, sebelumsegalanya terlambat. Ibadah hukumnya wajib, tidak boleh dilupakan, ditunda-tunda waktunya, apalagi sampai dibuang percuma, Allah akan melaknat. Akan bedosa orang yang meninggalkan ibadah, dunia dan akhirat, lantaran ketidak taatan kepada Allah dan Rasulnya.&lt;br /&gt;Bukan hal yang mustahil, lantaran sudah menjadi peraturan (&lt;i&gt;hukum&lt;/i&gt;) Tuhan, bahwa orang yang banyak dosa tidak akan mendapatkan kenikmatan dunia akhirat. Banyak contoh orang yang secara lahiriah sehat, banyak harta benda, kaya raya, tapi tidak mendapatkan kenikmatan dari semua itu. Bahkan untuk makan saja sampai ditakar, karena dia dihinggapi berbagai penyakit. Itu semua karena durhaka kepada Allah, dalam arti tidak mau melaksanakan perintah Allah untuk beribadah. Baik beribadah kepada Allah maupun kepada sesama manusia, dan kepada sesama hidup.&lt;br /&gt;Dalam hal ini jelas terlihat bahwa oleh Allah diperlihatkan kepada kita, mana orang yang beriman, dan mana yang tidak beriman. Semua jelas seperti air dan minyak, yang tak dapat menjadi satu. Karena itu mulai dari sekarang, dan seterusnya, jaganlah merasa nikmat dan betah berdiam di alam yang sementara/fana ini. Alam akhirat pun harus kita fikirkan dan perhatikan sedari sekarang. Kita persiapkan untuk kehidupan akhirat dari sekarang dengan jalan beribadah. Alam akhirat sudah pasti mau tak mau akan kita masuki dan alami. Kita pasti akan mati. Itu sunnatullah yang hukumnya pasti, hanya Allah yang Maha Mengetahui kapan kita semua akan mati. &lt;br /&gt;Di sini kita harus berfikir, sadar dalam mentafakuri hidup dan ke-Agungan Allah, agar mengerti dan faham, bagaimana membawa diri dalam hidup di dunia dalam mempersiapkan bekal untuk kehidupan di akhirat kelak. Jangan ada sifat “bagaimana nanti saja”. Harus kita fikirkan bahwa waktunya sang maut datang menjemput, tak ada yang dapat menghalangi. Maut bukan penyakit yang dapat diobati. Maut adalah kepastian dari Tuhan, untuk memperlihatkan batas perbedaan antara manusia Allah. Manusia adalah makhluk dengan segala kelemahannya, sedangkan Allah adalah Sang Khaliq, yang bersifat Qidam, Hayyat, dan sebagainya seperti yang dapat kita lihat dalam Sifat Dua Puluh, ataupun dalam Al Asma’ul Husna. Pun penyakit adalah bukan maut, dan maut bukan penyakit. Beribu penyakit dapat kita usahakan obatnya, tapi soal maut tidak ada yang sanggup menunda dan menghalanginya. Ini untuk meyakinkan manusia bahwa Allah itu Ada, Maha Kuasa di dunia dan di akhirat.&lt;br /&gt;Dengan memiliki keyakinan akan WUJUD-nya Allah, yang Hak di-Ibadahi,Hak disembah, dan hanya kepada-Nya, kita berserah diri atas segala perkara. Hanya kepada Allah kita Ibadah, hanya kepada Allah kita berserah, dan hanya kepada-Nya kita memohon pertolongan. Dengan memiliki keyakinan ini kita sudah tidak ragu lagi dalam beribadah kepada Allah Swt.&lt;br /&gt;Adapun tujuan ibadah itu ada tiga dasar pokok, yaitu :&lt;br /&gt;1. Ingin diampuni segala dosa.&lt;br /&gt;2. Ingin diterima Iman Islam kita.&lt;br /&gt;3. Waktu maut menjemput dapat kembali kepada sang Khaliq, &lt;i&gt;Inna lillaahi wa inna ilaihi rajii’uun.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;Itulah tujuan ibadah, setelah kita usahakan beribadah kepada Allah, kepada sesama manusia dan makhluk Allah lainnya dengan sebaik-baiknya, selanjutnya tinggal berserah diri, menyerahkan segala urusan kepada Allah. Itulah tujuan ibadah. Jika dosa telah diampuni oleh Allah, yakin, akan dimudahkan segala persoalan, dalam mencari rizki untuk bekal ibadah di dunia, akan barokah dan selamat. Bila dosa sudah diampuni, akan teranglah jalan dan pergaulan hidup. Sebab dosa lah sebenarnya yang menjadi “biang kerok” sulitnya dalam pergaulan hidup di dunia.&lt;br /&gt;Hal lain yang tak kalah pentingnya adalah masalah “IMAN”. Ini sangat menentukan nasib kita di dunia jan akhirat. Dari sekarang dan seterusnya wajib berusaha dan diusahakan jangan sampai menyimpang dari jalan Allah  Swt, dalam keadaan apapun dan bagimanapun, untung-rugi, sehat-sakit, dan sebagainya, Iman kepada Allah harus tetap dijaga, dan jauhi segala larangan-Nya. Dengan demikian, Insya Allah, Allah akan mengampuni dosa kita dan kita dapat kembali kepada Allah dengan &lt;i&gt;radhiyyatn mardhiyyatan.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;Wallahu a’lam bishshawwab &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Reff:&lt;br /&gt;1. Al Qur'aanul Kariim&lt;br /&gt;2. Tuntunan Akhlak Islam (YPPAI)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8836911959831677711-2680651911720080201?l=suburpwr.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://suburpwr.blogspot.com/feeds/2680651911720080201/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://suburpwr.blogspot.com/2010/02/tujuan-ibadah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8836911959831677711/posts/default/2680651911720080201'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8836911959831677711/posts/default/2680651911720080201'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://suburpwr.blogspot.com/2010/02/tujuan-ibadah.html' title='TUJUAN IBADAH'/><author><name>Mas Yanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12544157041332963678</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_e6rE9RHBsgE/Sy9sJb2zgjI/AAAAAAAAADU/d8QAJm-5pfA/S220/21-12-09_0713.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8836911959831677711.post-718195983002783127</id><published>2010-02-22T00:14:00.000+07:00</published><updated>2010-02-22T00:14:03.869+07:00</updated><title type='text'>RAMALAN dalam ISLAM</title><content type='html'>" Barang siapa yang mendatangi orang yang mengaku mengetahui nasib seseorang atau dukun, kemudian membenarkan apa yang dikatakan dukun tresebut, maka orang itu telah kufur terhadap apa yang telah disunnahkan kepad Nabi Muhammad". ( HR Abu Hurairah )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Rasulullah bersabda: " Barang siapa yang mendatangi orang yang mengaku mengetahui yang gaib, kemudian ada yang bertanya tentang sesuatu, maka tidak diterima sholatnya selama 40 hari".  ( HR Imam Ahmad dan Muslim dari Hafsah/istri Rasul)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Ramalan, Jimat, Mantra, dan yang terkait alam gaib adalah kemungkaran, kecuali yang berasal dari Al Qur'an dan Sunnah Rasulullah". ( Hassan al Banna)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8836911959831677711-718195983002783127?l=suburpwr.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://suburpwr.blogspot.com/feeds/718195983002783127/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://suburpwr.blogspot.com/2010/02/ramalan-dalam-islam.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8836911959831677711/posts/default/718195983002783127'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8836911959831677711/posts/default/718195983002783127'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://suburpwr.blogspot.com/2010/02/ramalan-dalam-islam.html' title='RAMALAN dalam ISLAM'/><author><name>Mas Yanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12544157041332963678</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_e6rE9RHBsgE/Sy9sJb2zgjI/AAAAAAAAADU/d8QAJm-5pfA/S220/21-12-09_0713.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8836911959831677711.post-8161888302490110273</id><published>2010-02-21T23:59:00.000+07:00</published><updated>2010-02-21T23:59:07.940+07:00</updated><title type='text'>MENGHAYATI</title><content type='html'>MENGHAYATI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Dalam kehidupan sehari-hari, kita seringkali mendengar kata “menghayati”.  Yang disebut menghayati menurut hemat saya adalah : memikirkan atau mentafakuri, atau mencoba memahami satu perkara (terutama ayat-ayat Allah), terus dirasakan dalam hati, lalu dihidupkan (dilaksanakan) dalam kehidupan sehari-hari. &lt;br /&gt; Menghayati, berasal dari kata bahasa Arab yaitu “hayat” yang artinya hidup. Hayat termasuk salah satu dari  asmaa’ul husna, yaitu 99 nama Allah, yakni “al hayaat” atau “al Hayyu” yang artinya Yang Maha Hidup. Kata Hayat banyak kita jumpai dalah Al Qur’an, diantaranya dalam surat Ali Imran ayat 2 :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; “ Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia. yang hidup kekal lagi terus menerus mengurus makhluk-Nya”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Kata hayat dapat juga kita dapati dalam bahasa Indonesia, seperti syair lagu Tujuh Belas Agustus 1945 “ selama hayat masih dikandung badan…..kita tetap…..setia….tetap …sedia…..dst”. Jelaslah bahwa kata hayat artinya hidup. &lt;br /&gt; Sebagai contoh dari menghayati adalah, kalimah “Bismillaahirrahmaanirrahiim”. Kalimah yang sering kita ucapkan ( baca) setiap kita mau melaksanakan segala hal yang baik. Ini harus kita fikirkan/tafakuri, dalam akal fikiran kita, terus dirasakan dan resapi  dalam hati, apa pengaruhnya pada diri kita sebelum dan setelah mengucpkan kalimah basmallah tersebut. Untuk selanjutnya harus dilaksanakan/diamalkan dalam perikehidupan sehari-hari, apa “maunya” kalimah tersebut, yaitu kita, manusia, sebagai wakil Allah di bumi/ khalifah fil ardh, harus bisa mengamalkan sifat Allah, yakni “Maha Pengasih dan Maha Penyayang” dengan meneruskan dan menyebarkan sifat kasih dan sayang yang telah Allah berikan kepada kita, manusia, kepada sesama hidup di bumi, terutama kepada sesama manusia, agar senantiasa aman, tidak ada dendam, ingin mencelakai orang lain, dan sebagainya. &lt;br /&gt; Intinya, kata menghayati adalah, bagaimana kita memikirkan, menimbang, mentafakuri, memahami, apa yang kita hadapi, terutama ayat-ayat Allah, yang terlihat, maupun yang terasa, untuk selanjutnya berusaha untuk mengamalkan (menghidupkan) dalam kehidupan sehari-hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallaahu a’lam bishshawwab&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8836911959831677711-8161888302490110273?l=suburpwr.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://suburpwr.blogspot.com/feeds/8161888302490110273/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://suburpwr.blogspot.com/2010/02/menghayati.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8836911959831677711/posts/default/8161888302490110273'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8836911959831677711/posts/default/8161888302490110273'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://suburpwr.blogspot.com/2010/02/menghayati.html' title='MENGHAYATI'/><author><name>Mas Yanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12544157041332963678</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_e6rE9RHBsgE/Sy9sJb2zgjI/AAAAAAAAADU/d8QAJm-5pfA/S220/21-12-09_0713.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8836911959831677711.post-8999764470972243909</id><published>2010-02-10T06:05:00.001+07:00</published><updated>2010-02-10T06:16:02.817+07:00</updated><title type='text'>PANDANGAN ALGHAZALI TERHADAP EKONOMI</title><content type='html'>Ditulis oleh Republika&lt;br /&gt;Tuesday, 22 April 2008&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam wacana pemikiran filsafat Islam maupun tasawuf, tidak diragukan lagi bahwa Hujjat al-Islam al-Imam Al-Ghazali (450 H/505 H) merupakan salah seorang pemikir Islam yang sangat populer. Ia tidak hanya terkenal dalam dunia Islam, tetapi juga dalam sejarah intelektual manusia pada umumnya.&lt;br /&gt;Pemikiran Al-Ghazali tidak hanya berlaku pada zamannya, tetapi dalam konteks tertentu mampu menembus dan menjawab pelbagai persoalan kemanusiaan kontemporer. Di kalangan umat Islam, dia lebih dikenal sebagai tokoh tasawuf dan filsafat.&lt;br /&gt;Fakta ini tidak mengherankan mengingat puncak mercusuar pemikirannya, sebagaimana dapat kita lihat dari beberapa karya tulisnya, berada pada wilayah kajian ini. Meskipun demikian, sebenarnya garapan pemikiran Al-Ghazali merambah luas ke berbagai cabang keilmuan lainnya, seperti fikih, ushul fiqh, kalam, etika, bahkan ekonomi. Dengan demikian, Al-Ghazali tidak hanya lihai berbicara soal filsafat Islam maupun tasawuf, tetapi ia juga piawai mengulas soal ekonomi, terutama soal etika keuangan Islam.&lt;br /&gt;Muhammad Nejatullah Siddiqi dalam bukunya Reading in Islamic Economic Though memasukkan nama al-Ghazali ke dalam deretan tokoh pemikir ekonomi Islam fase kedua bersama-sama dengan Ibn Taimiyah, Ibn Khaldun dan tokoh lainnya. Pada fase kedua ini wacana pemikiran ekonomi Islam telah berkembang secara intensif serta ditandai dengan perubahan dalam struktur kekuasaan Islam yang semakin luas.&lt;br /&gt;Corak pemikiran ekonomi Islam pada masa ini lebih diarahkan pada analisis ekonomi mikro dan fungsi uang. Al-Ghazali, misalnya, banyak menyinggung soal uang, fungsi, serta evolusi penggunaannya. Ia juga menjelaskan masalah larangan riba dan dampaknya terhadap perekonomian suatu bangsa.&lt;br /&gt;Secara tidak langsung, ia membahas masalah timbangan, pengawasan harga (at-tas’is atau intervensi), penentuan pajak dalam kondisi tertentu atau darurat. Ia juga berbicara mengenai bagaimana mengatasi dampak dari kenaikan harga, apakah dengan mekanisme pasar atau dengan intervensi pemerintah dan lain-lain.&lt;br /&gt;Bernand Lewis (1993) menegaskan bahwa konsep keuangan Al-Ghazali menunjukkan karakter yang khas, mengingat kentalnya nuansa filosofis akibat pengaruh basis keilmuan tasawufnya. Namun, yang menarik dari pandangan keuangannya adalah bahwa Al-Ghazali sama sekali tidak terjebak pada dataran filosofis, melainkan menunjukkan perpaduan yang serasi antara kondisi rill yang terjadi di masyarakat dengan nilai-nilai filosofis tersebut disertai dengan argumentasi yang logis dan jernih.&lt;br /&gt;Oleh karena itu, agar pandangan keuangan Al-Ghazali tertata rapi sehingga menjadi konsep yang mapan, tulisan singkat ini berusaha menggambarkan secara utuh seputar pandangan keuangan dia untuk kemudian dikaji dalam perspektif sistem ekonomi Islam.&lt;br /&gt;Konsep uangDalam karya monumentalnya, Ihya’ Ulum ad-Din, al-Ghazali mendefinisikan bahwa uang adalah barang atau benda yang berfungsi sebagai sarana untuk mendapatkan barang lain. Benda tersebut dianggap tidak mempunyai nilai sebagai barang (nilai intrinsik). Oleh karenanya, ia mengibaratkan uang sebagai cermin yang tidak mempunyai warna sendiri tapi mampu merefleksikan semua jenis warna.&lt;br /&gt;Merujuk pada kriteria tersebut, dalam soal pendefinisian uang, dia tidak hanya menekankan pada aspek fungsi uang. Definisi yang demikian ini lebih sempurna dibandingkan dengan batasan-batasan yang dikemukakan kebanyakan ekonom konvensional yang lebih mendefinisikan uang hanya sebatas pada fungsi yang melekat pada uang itu sendiri.&lt;br /&gt;Oleh karena uang menurut Al-Ghazali hanya sebagai standar harga barang atau benda maka uang tidak memiliki nilai intrinsik. Atau lebih tepatnya nilai intrinsik suatu mata uang yang ditunjukkan oleh real existence-nya dianggap tidak pernah ada. Anggapan Al-Ghazali bahwa uang tidak memiliki nilai intrinsik ini pada akhirnya terkait dengan permasalahan seputar permintaan terhadap uang, riba, dan jual beli mata uang.&lt;br /&gt;Pertama, larangan menimbun uang (money hoarding). Dalam konsep Islam, uang adalah benda publik yang memiliki peran signifikan dalam perekonomian masyarakat. Karena itu, ketika uang ditarik dari sirkulasinya, akan hilang fungsi penting di dalamnya. Untuk itu, praktik menimbun uang dalam Islam dilarang keras sebab akan berdampak pada instabilitas perekonomian suatu masyarakat.&lt;br /&gt;Menurut Al-Ghazali alasan dasar pelarangan menimbun uang karena tindakan tersebut akan menghilangkan fungsi yang melekat pada uang itu. Sebagaimana disebutkannya, tujuan dibuat uang adalah agar beredar di masyarakat sebagai sarana transaksi dan bukan untuk dimonopoli oleh golongan tertentu. Bahkan, dampak terburuk dari praktik menimbun uang adalah inflasi.&lt;br /&gt;Dalam hal ini teori ekonomi menjelaskan bahwa antara jumlah uang yang beredar dan jumlah barang yang tersedia mempunyai hubungan erat sekaligus berbanding terbalik. Jika jumlah uang beredar melebihi jumlah barang yang tersedia, akan terjadi inflasi.&lt;br /&gt;Sebaliknya, jika jumlah uang yang beredar lebih sedikit dari barang yang tersedia maka akan terjadi deflasi. Keduanya sama-sama penyakit ekonomi yang harus dihindari sehingga antara jumlah uang beredar dengan barang yang tersedia selalu seimbang di pasar.&lt;br /&gt;Kedua, problematika riba. Secara sederhana riba adalah tambahan atas modal pokok yang diperoleh dengan cara yang batil. Secara eksplisit larangan riba terdapat dalam Alquran Surat Al-Baqarah ayat 275, 278-279, Ar- Rum 29, An-Nisa’ 160-161, dan Ali Imran 130. Alasan mendasar Al-Ghazali dalam mengharamkan riba yang terkait dengan uang adalah didasarkan pada motif dicetaknya uang itu sendiri, yakni hanya sebagai alat tukar dan standar nilai barang semata, bukan sebagai komoditas. Karena itu, perbuatan riba dengan cara tukar-menukar uang yang sejenis adalah tindakan yang keluar dari tujuan awal penciptaan uang dan dilarang oleh agama.&lt;br /&gt;Ketiga, jual beli mata uang. Salah satu hal yang termasuk dalam kategori riba adalah jual beli mata uang. Dalam hal ini, Al-Ghazali melarang praktik yang demikian ini. Baginya, jika praktik jual beli mata uang diperbolehkan maka sama saja dengan membiarkan orang lain melakukan praktik penimbunan uang yang akan berakibat pada kelangkaan uang dalam masyarakat. Karena diperjualbelikan, uang hanya akan beredar pada kalangan tertentu, yaitu orang-orang kaya. Ini tindakan yang sangat zalim.&lt;br /&gt;Demikian sekelumit pandangan keuangan Al-Ghazali yang sarat dengan semangat kemanusiaan universal serta etika bisnis Islami. Meskipun demikian untuk menjadi konsep yang mapan dan sempurna, pemikiran keuangan Al-Ghazali yang masih berserakan tersebut memerlukan kerja keras dari para pewarisnya untuk kemudian merekonstruksi ulang secara sistematis dan logis. ( )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;FaiziMahasiswa Keuangan Islam UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta&lt;br /&gt;Republika, 21/4/2008&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8836911959831677711-8999764470972243909?l=suburpwr.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://suburpwr.blogspot.com/feeds/8999764470972243909/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://suburpwr.blogspot.com/2010/02/pandangan-alghazali-terhadap-ekonomi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8836911959831677711/posts/default/8999764470972243909'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8836911959831677711/posts/default/8999764470972243909'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://suburpwr.blogspot.com/2010/02/pandangan-alghazali-terhadap-ekonomi.html' title='PANDANGAN ALGHAZALI TERHADAP EKONOMI'/><author><name>Mas Yanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12544157041332963678</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_e6rE9RHBsgE/Sy9sJb2zgjI/AAAAAAAAADU/d8QAJm-5pfA/S220/21-12-09_0713.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8836911959831677711.post-1288644518864271214</id><published>2010-01-25T20:21:00.001+07:00</published><updated>2010-01-25T20:27:33.561+07:00</updated><title type='text'>SEMBILAN PERKARA ( WEJANGAN EMBAH KAKUNG ATMO SOEMARTO/ALM )</title><content type='html'>Satu sore, seperti biasa Embah Kakung  Atmo Soemarto minta dipijit badannya. Sambil &lt;i&gt;mijeti&lt;/i&gt; ( memijit ) aku selalu mendengarkan wejangan-wejangan almarhum. Ini adalah wejangan orang tua sebagai symbol kasih sayang dan sebagai pusaka dalam mengarungi hidup dimanapun &lt;i&gt;anak-putu&lt;/i&gt; (anak-cucu) berada, dan aku rasa sangat bermanfaat sampai sekarang.&lt;br /&gt;Ada sembilan perkara isi petuah Mbah Kakung. Pertama adalah &lt;i&gt;Sentana&lt;/i&gt; (baca:sentono). Sentana dalam bahasa Jawa artinya saudara atau kerabat. Maksudnya dimanapun anak-putu berada, berusahalah mencari saudara, teman, ikhwan, sebanyak-banyaknya, tanpa memandang latar belakangnya. Ikhlas untuk persaudaraan. Sebab bagaimanapun kita tidak bisa hidup sendiri. Secara tersirat ini menyuruh kita untuk memperbanyak silaturahim.  &lt;br /&gt;Ke dua adalah &lt;i&gt;negara&lt;/i&gt;. Di manapun berada, kita harus mempunyai tanah atau wilayah, tetapi maksud dari kata ini adalah bahwa kita harus mempunyai tempat tinggal, atau rumah tinggal, yakni tempat berteduh, berkumpul, berbagi kasih sayang, berkembang, dan musyawarah sesama anggota keluarga. Juga tempat transfer knowledge dari orang tua ( ayah-ibu ) kepada anak-anaknya, begitupun sebaliknya. Rumah juga tempat para anggota keluarga melahirkan ide-ide kreatif untuk kemajuan bersama.&lt;br /&gt;Ke tiga adalah &lt;i&gt;ngapraboti&lt;/i&gt;. Artinya adalah perabot rumah tangga. Setelah mempunyai tanah dan rumah tempat tinggal untuk anggota keluarga, kita harus mempunyai perabot untuk mendukung sebuah keluarga dalam mencapai tujuan, yakni kesejahteraan anggotanya. Perabot di sini bukan hanya berbentuk perabotan rumah tangga dalam arti sebenarnya, tetapi juga aturan-aturan rumah tangga yang harus berusaha untuk dijalankan. &lt;br /&gt;Ke empat adalah &lt;i&gt;mriyayi&lt;/i&gt;. Artinya berilmu. Dalam sejarah nasional, kita mengenal ada kaum priyayi, yang artinya kaum terpelajar. Di manapun berada, kita wajib menuntut ilmu. Kita dituntut untuk menjadi orang yang terpelajar, cerdas, cerdik pandai. Hindari kebodohan. Pengalaman bangsa Indonesia sendiri yang menjadi pelajaran kita semua. Karena kebodohan, kita pernah dijajah oleh bangsa lain selama tiga abad lebih. &lt;br /&gt;Ke lima adalah &lt;i&gt;idhep sanak&lt;/i&gt;, yang artinya sikap peduli kepada orang lain, terutama kepada saudara, dan karib kerabat, dan terlebih lagi teman sedapur, sesumur, dan sekasur (sesama anggota keluarga). Kita tanamkan sikap empati, atau kepedulian sosial. Berusaha memahami dan merasakan apa yang orang lain rasakan, hingga timbul sikap saling tolong, dan saling keterkaitan, yang pada gilirannya akan timbul kekuatan untuk mewujudkan tujuan bersama. &lt;br /&gt;Ke enam adalah &lt;i&gt;jatmika ing tembung&lt;/i&gt;. Artinya perkataan yang baik dan benar. Dalam budaya Jawa dikenal kalimat ajining diri amarga saka lathi. Juga ada kalimat sabda pandhita ratu. Artinya kehormatan diri kita dipengaruhi oleh lidah (bicara) kita. Sedangkan sabda pandhita ratu kurang lebih artinya sekali berucap pantang ditarik kembali. Kalimat ini pun mengandung suatu ketegasan dan penegasan yang tidak main-main. &lt;br /&gt;Ke tujuh adalah &lt;i&gt;sae ingkang winarni&lt;/i&gt;, yang artinya baik dalam segala hal. Tekad, ucap, laku dan lampah. Niat, ucapan kelakuan, tindakan kita semata-mata untuk kepentingan bersama dan mengharapkan ridha Allah Swt.&lt;br /&gt;Ke delapan adalah agama, yakni keyakinan terhadap Tuhan, Allah Swt, yang menjadi pedoman, tuntunan, dan tujuan hidup. Kita semua tentu sudah sama memaklumi dan memahami apa dan bagaimana agama. &lt;br /&gt;Dan ke sembilan adalah &lt;i&gt;wanita bekti ing priya&lt;/i&gt;, yang artinya kaum wanita harus tunduk kepada kaum pria. Akan tetapi ini bukan berarti kaum wanita berada di bawah kaum pria. Ini lebih kepada kaum istri harus taat, tunduk,dan patuh kepada suaminya, apapun dan bagaimanapun keadaannya. &lt;br /&gt;Itulah wejangan Mbah Kakung kepada penulis dalam bahasa Jawa, dengan penjelasan dari penulis menggunakan bahasa yang sederhana. Penulis percaya wejangan ini kalau kita renungkan, selami, dan aplikasikan dalam kehidupan sehari-hari akan sangat bemanfaat bagi kita dimanapun dan kapanpun, terutama bagi para pemimpin bangsa. Sikap mriyayi, idhep sanak, dan jatmika ing tembung, ditunjang dengan ketaatan kepada agamanya, tentunya sangat dinantikan oleh seluruh rakyat bangsa Indonesia.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8836911959831677711-1288644518864271214?l=suburpwr.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://suburpwr.blogspot.com/feeds/1288644518864271214/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://suburpwr.blogspot.com/2010/01/sembilan-perkara-wejangan-embah-kakung.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8836911959831677711/posts/default/1288644518864271214'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8836911959831677711/posts/default/1288644518864271214'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://suburpwr.blogspot.com/2010/01/sembilan-perkara-wejangan-embah-kakung.html' title='SEMBILAN PERKARA ( WEJANGAN EMBAH KAKUNG ATMO SOEMARTO/ALM )'/><author><name>Mas Yanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12544157041332963678</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_e6rE9RHBsgE/Sy9sJb2zgjI/AAAAAAAAADU/d8QAJm-5pfA/S220/21-12-09_0713.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8836911959831677711.post-1529382732543300556</id><published>2009-12-16T21:55:00.001+07:00</published><updated>2009-12-16T22:07:34.096+07:00</updated><title type='text'>BERGURU PADA BINATANG</title><content type='html'>Suatu ketika, pada saat Mbah Kakung (Kakek) masih hidup pernah aku ngobrol berdua dengan beliau almarhum. Saat itu Mbah Kakung mengatakan," Arep kowe nang ngendi papan, kudu inget lan merguru karo kewan telu cacahe, yoiku: asu, kodok, lan ulo, insya Allah bakal slamet". &lt;i&gt;Walau dimanapun kamu berada, harus selalu ingat dan bergurulah pada tiga binatang, yaitu: Anjing, Kodok/katak, dan ular, insya Allah kamu akan selamat.&lt;/i&gt; &lt;br /&gt;Aku lantas bertanya :" Maksude piye, Mbah?" &lt;i&gt;maksudnya bagimana, Mbah?&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;Mbah Kakung lantas menjelaskan, makna kita harus berguru kepada &lt;i&gt;anjing.&lt;/i&gt; Kita semua tentu sudah sama mengetahui, bahwa anjing adalah selain binatang piaraan, berguna untuk menjaga rumah, juga ada sebagian untuk gembala, malah saat ini banyak dipakai untuk tugas-tugas kepolisian. Tetapi yang dimaksud oleh Mbah Kakung adalah sifatnya yang sangat setia. Kita lihat anjing adalah binatang yang sangat taat kepada tuannya dan tidak berkhianat (loyal). Dalam bahasa Jawa "arepo digebugono koyo ngopo, lan ora dipakani, nanging asu iku ora bakal minggat." &lt;i&gt;walaupun disiksa dan tidak diberi makan, tetapi takkan anjing itu pergi meninggalkan tuannya.&lt;/i&gt; Anjing akan selaku setia pada tuannya dan takkan meninggalkannya apapun yang terjadi. Jadi loyalitas itu dalam batas-batas tertentu sangat diperlukan dan insya Allah akan membantu si pelaku guna meraih kesuksesan dan keamanan, di manapun berada.&lt;br /&gt;Ke dua adalah berguru kepada Kodok/katak. Kodok adalah binatang yang tidak dapat menoleh ke kanan maupun ke kiri. Mukanya selalu lurus ke depan. Ini oleh Mbah Kakung digambarkan, bahwa kalau kita mempunyai suatu niat atau tujuan jangan banyak menoleh ke kanan dan ke kiri, maksudnya jangan tergoda oleh hal-hal yang dapat mengganggu kepada tercapainya tujuan kita. Mungkin maksudya jangan terlalu bayak pertimbangan yang tidak perlu, sebab dengan terlalu banyak pertimbangan dan fikiran, malah nantinya akan menjadikan semangat mengendur.&lt;br /&gt;Ke tiga adalah berguru pada Ular. Kita semua pun sudah maklum bahwa binatang jenis ular ketika melata dengan gerakan kanan-kiri. Ini oleh diibaratkan sebagai selalu mengikuti irama aturan dan hukum(Wet:Belanda). Dimanapun berada kalau kita taat hukum, baik hukum adat, hukum agama, maupun hukum negara, kita akan aman dan selamat dari ancaman. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahu a'lam bishshawwab&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8836911959831677711-1529382732543300556?l=suburpwr.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://suburpwr.blogspot.com/feeds/1529382732543300556/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://suburpwr.blogspot.com/2009/12/berguru-pada-binatang.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8836911959831677711/posts/default/1529382732543300556'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8836911959831677711/posts/default/1529382732543300556'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://suburpwr.blogspot.com/2009/12/berguru-pada-binatang.html' title='BERGURU PADA BINATANG'/><author><name>Mas Yanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12544157041332963678</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_e6rE9RHBsgE/Sy9sJb2zgjI/AAAAAAAAADU/d8QAJm-5pfA/S220/21-12-09_0713.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8836911959831677711.post-6875064018289614518</id><published>2009-12-16T21:13:00.000+07:00</published><updated>2009-12-16T21:13:44.226+07:00</updated><title type='text'>MANDI  3</title><content type='html'>Catatan sebelumnya menjelaskan mandi yang kedua. Selanjutnya kita masuki mandi yang ketiga, atau terakhir. Mandi yang ke tiga ini adalah kita dimandikan kembali oleh orang lain, dalam hal ini adalah keluarga atau orang yang dipercaya. yakni mandi ketika kita wafat nanti. Ini adalah hukumnya wajib. Harus dilakukan oleh ahli waris atau orang-orang yang ditunjuk dan dianggap mampu sebelum manusia memasuki alam kubur (menghadap Illahi) kecuali bagi orang-orang yang mati syahid dalam pertempuran untuk menegakkan agama Allah, dan orang-orang kafir. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kiranya hanya sampai di sini tulisan tentang mandi. Semoga bermanfaat, setidaknya bagi penulis sendiri. dan umumnya bagi para visitor sekalian. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahu a'lam bishshawwab.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8836911959831677711-6875064018289614518?l=suburpwr.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://suburpwr.blogspot.com/feeds/6875064018289614518/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://suburpwr.blogspot.com/2009/12/mandi-3.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8836911959831677711/posts/default/6875064018289614518'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8836911959831677711/posts/default/6875064018289614518'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://suburpwr.blogspot.com/2009/12/mandi-3.html' title='MANDI  3'/><author><name>Mas Yanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12544157041332963678</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_e6rE9RHBsgE/Sy9sJb2zgjI/AAAAAAAAADU/d8QAJm-5pfA/S220/21-12-09_0713.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8836911959831677711.post-4295877920601808564</id><published>2009-12-16T21:02:00.001+07:00</published><updated>2009-12-16T21:03:45.303+07:00</updated><title type='text'>MANDI 2</title><content type='html'>Dalam catatan sebelumnya telah dibahas tentang mandi sampai pada mandi pertama. Selanjutnya kita masuki mandi yang ke dua, yaitu mandi oleh diri sendiri. Ketika mandi yang pertama kita dimandikan oleh orang lain, kita hanya tahu beres, artinya kita hanya tahu bahwa diri kita sudah mandi atau sudah bersih, tetapi kita tidak tahu jenis air apa yang dipakai oleh orang tua kita atau oleh paraji utuk memandikan kita, asalnya dari mana, bagaimana memandikannya, cara mendapatkannya, dan sebagainya. Ketika memasuki tahap mandi yang ke dua kita harus tahu bagaimana cara mandi yang baik, jenis air yang kita gunakan untuk mandi, serta tujuan kita mandi. &lt;br /&gt;Dalam Islam, jenis air ada beberapa macam, ada air yang suci mensucikan, air yang suci tapi tidak mensucikan, air najis dan lain sebagainya. &lt;br /&gt;Untuk menjadikan kita bersih dan suci lahir dan bathin, kita harus mengetahui air jenis yang mana yang dipakai untuk mandi, jangan asal air, sebab bisa jadi alih-alih badan kita bersih dan suci, malah menjadi koter dan bau. Cara kita mandi pun tidak boleh asal-asalan. Maksudnya kita sendiri yang lebih tahu bagian tubuh mana yang harus mendapatkan perhatian lebih untuk dibersihkan, yang tentunya memelukan lebih banyak air (Mengenai air dan tatacara mandi dapat kita lihat dalam kitab-kitab fikih thoharoh ). Lantas tujuan kita mandi adalah agar bersih dan suci jasmani dan rohani, lahir dan bathin. Bukankah ketika akan melaksanakan ibadah kita harus bersih dan suci?&lt;br /&gt;Esensi dari mandi yang ke dua ini adalah kita masing-masing bertanggung jawab akan apa yang kita lakukan. Bersih atau tidaknya kita tercermin dari tekad, ucap, dan laku-lampah kita. Tekad itu adalah niat kita. Niat kita dalam melaksanakan sesuatu harus bersih dari sifat-sifat riya dan takabur, apalagi niat untuk mencelakakan orang lain. Ucapan harus kita jaga dengan sebaik-baiknya dari ucapan-ucapan yang dapat menimbulkan fitnah dan permusuhan. Laku-lampah atau perbuatan pun harus dapat mencerminkan kebersihan hati dan lidah kita, hingga nantinya akan terpancar aura yang baik, yang mengakbatkan orang lain merasa senang dekat dengan kita. &lt;br /&gt;Dalam tahap ini pun selain harus bersih lahir dan bathin, tekad, ucap dan laku-lampah (perilaku) juga harus bersih makan dan minum serta pakaian. Harus jelas dan diyakini kehalalannya, baik dari cara mendapatkannya (kerja-usaha) maupun cara memasaknya. Sebisa mungkin, semampu kita usahakan tidak tercampur dengan yang najis atau haram. Sebab apabila rizki yang kita makan dan pakai mengandung unsur-unsur haram, akan berakibat pada perilaku kita. Makanan dan pakaian yang baik insya Allah akan membawa kita sehat jasmani dan rohani, sebaiknya makanan dan pakaian yang tidak baik (haram)akan membawa kepada jalan yang tidak ridho Allah.......... &lt;br /&gt;be continued.......&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8836911959831677711-4295877920601808564?l=suburpwr.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://suburpwr.blogspot.com/feeds/4295877920601808564/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://suburpwr.blogspot.com/2009/12/mandi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8836911959831677711/posts/default/4295877920601808564'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8836911959831677711/posts/default/4295877920601808564'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://suburpwr.blogspot.com/2009/12/mandi.html' title='MANDI 2'/><author><name>Mas Yanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12544157041332963678</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_e6rE9RHBsgE/Sy9sJb2zgjI/AAAAAAAAADU/d8QAJm-5pfA/S220/21-12-09_0713.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8836911959831677711.post-240008668582864253</id><published>2009-11-28T21:37:00.007+07:00</published><updated>2009-12-16T21:04:57.084+07:00</updated><title type='text'>MANDI  1</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:85%;"  &gt;Bismillaahirahmaanirrahiim.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:85%;"  &gt;    Allah ta'ala berfirman : "Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertobat, dan Dia menyukai orang-orang yang mensucikan diri."&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:85%;"  &gt;&lt;br /&gt;Dari ayat di atas yang ingin penulis coba soroti adalah masalah bersuci, dan dalam hal ini adalah mandi.  Seperti kita ketahui, bahwa bersuci ada bermacam-macam, yakni: berwudhu, mandi, dan tayammum. Mandi, sudah menjadi rutinitas tiap manusia, dan bahkan sudah menjadi suatu kebutuhan yang tak bisa ditinggalkan, kecuali ada hal yang menghalangi untuk mandi, seperi misalnya sakit.&lt;br /&gt;Terlepas dari apa definisi para ulama maupun ahli medis, secara filosofis mandi mempunyai makna yang sangat penting bagi manusia di dunia, yang tentunya akan sangat mempengaruhi untuk akhiratnya kelak. Karena sangat pentingnya hal ini, maka tak heran kalau tiap agama di dunia menganjurkan umatnya untuk mensucikan dirinya lahir dan bathin, dan  di dalam Islam mandi  telah di syariatkan, seperti tercantum dalam ayat di atas, dan ini berlaku dari sejak manusia lahir sampai mati.&lt;br /&gt;Pada dasarnya selama hidupnya kegiatan mandi manusia dibagi menjadi tiga tahap. yaitu :&lt;br /&gt;1.Tahap Pertama  - DIMANDIKAN. Adalah sewaktu manusia lahir ke alam dunia sampai aqil baligh, dimana pada tahap ini manusia belum dapat mandi dan mengurus dirinya sendiri. Bayi yang baru lahir, misalnya, baru dapat mandi dibantu oleh "paraji", dan oleh orang tuanya. Dan ini sampai kira-kira lima tahun. Selanjutnya, walaupun secara lahiriah bisa mandi sendiri, tetapi bagi anak yang belum baligh tetapihakikatnay dia belum dapat beranggungjawab terhadap dirinya sendiri.  Segala perilakunya tentunya tak terlepas dari tanggung jawab kedua orang tuanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;be continued&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:85%;"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8836911959831677711-240008668582864253?l=suburpwr.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://suburpwr.blogspot.com/feeds/240008668582864253/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://suburpwr.blogspot.com/2009/11/mandi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8836911959831677711/posts/default/240008668582864253'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8836911959831677711/posts/default/240008668582864253'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://suburpwr.blogspot.com/2009/11/mandi.html' title='MANDI  1'/><author><name>Mas Yanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12544157041332963678</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_e6rE9RHBsgE/Sy9sJb2zgjI/AAAAAAAAADU/d8QAJm-5pfA/S220/21-12-09_0713.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8836911959831677711.post-8361272793051106677</id><published>2009-11-05T01:45:00.003+07:00</published><updated>2009-11-05T01:51:56.932+07:00</updated><title type='text'>ANTARA DO'A DAN PERBUATAN</title><content type='html'>Setiap do'a kita kepada Allah Swt pasti akan dikabulkan, asal sesuai dengan perbuatan/amal kita. Contohnya ketika kita berdo'a kepada Allah ingin selamat, yang lebih penting adalah bahwa kita harus sudah mengamalkannya yakni menyelamatkan sesama hidup, baru do'a kita akan di ijabah oleh Allah. Akan tetapi sebaliknya kalau dalam do'a kita ingin diselamatkan oleh Allah, tetapi dalam perbuatan/amal kita tidak mau berbuat untuk menyelamatkan sesama hidup, apalagi antara sesama manusia, apalagi kita melakukan perbuatan yang mencelakakan sesama manusia, sepertinya mustahil do'a kita dikabul oleh Allah Swt.&lt;br /&gt;     Oleh karena itu kita buktikan dengan perbuatan nyata, sebelum minta hak, harus menjalankan dulu kewajiban, atau bisa dikatakan sebelum minta gaji, maka kita haruslah bekerja terlebuh dahulu. Ini yang akan menjadikan doa kita makbul.  Jangan ingin untung dengan cara yang enteng, ini akan menjadikan mubadzir do'a kita. Adalah benar, berdo'a itu penting. Akan tetapi lebih penting lagi melaksanakan perbuatan yang baik daripada terlalu banyak berdo'a, sebab dikhawatirkan kita (maaf : tertimbun ) oleh do'a kita sendiri. Artinya terlalu banyak berdo'a tanpa melakukan pekerjaan yang sesuai dengan apa yang kita minta ( ikhtiar=usaha) juga tidak baik. Jadi makbulnya do'a adalah yang sesuai dengan perbuatan dan amal-amal utama lainnya.&lt;br /&gt;     Jadi yang terbaik adalah usaha digiatkan dan perbanyak amal-perbuatan yang baik disertai do'a kepada Allah Swt, dengan harapan amal-perbuatan yang baik akan mendapatkan ridho Allah Swt. Inilah yang akan membawa kepada makbulnya do'a, sebab do'anya berisi. Ini pula ynag akan membawa kita kepada kecukupan dunia, tidak akan kekurangan di dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahu a'lam bishshawwab&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diterjemahkan dari Buku  Tuntunan Akhlak Islam&lt;br /&gt;karya Bp. DS Roekman.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8836911959831677711-8361272793051106677?l=suburpwr.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://suburpwr.blogspot.com/feeds/8361272793051106677/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://suburpwr.blogspot.com/2009/11/antara-doa-dan-perbuatan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8836911959831677711/posts/default/8361272793051106677'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8836911959831677711/posts/default/8361272793051106677'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://suburpwr.blogspot.com/2009/11/antara-doa-dan-perbuatan.html' title='ANTARA DO&apos;A DAN PERBUATAN'/><author><name>Mas Yanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12544157041332963678</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_e6rE9RHBsgE/Sy9sJb2zgjI/AAAAAAAAADU/d8QAJm-5pfA/S220/21-12-09_0713.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8836911959831677711.post-7561289908278982580</id><published>2009-11-04T09:14:00.000+07:00</published><updated>2009-11-04T09:15:33.403+07:00</updated><title type='text'>TRILOGI IMM</title><content type='html'>Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM)&lt;br /&gt;Profil IMM | Tipologi dan Perinsip Gerakan IMM&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tipologi IMM&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan di jabarkan dalam trilogi IMM sebagai langkah gerak kader - kader ikatan dan di kembangkan untuk menjadi pelopor dalam berbagai lini masyarakat/umat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Keagaman - Religiusitas&lt;br /&gt;Sebagai organisasi kader yang berisikan nilai – nilai religuitas. IMM akan senantiasa memberikan pembaharuan keagamaan menyangkut pemahaman pemikiran dan realisasinya dalam kehidupan. Menjadikan Islam sebagai idealitas sekaligus jiwa yang menggerakan. Moto yang harus kita realisasikan adalah “dari Islam kita berangkat (sebagai landasan dan semangat) dan kepada islam kita berproses (Islam sebagai Cita-cita)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Keintektualan - Intektualitas&lt;br /&gt;IMM berproses untuk menjadi pusat-pusat unggulan terutama dalam hal intektual. Melalui wadah ini diharapkan kader-kader ikatan mampu menjadi ide-ide pembaharuan dan pengembangan. Sebagai kader IMM harus mampu berfikir universal tanpa tersekat-sekat oleh aklusivisme. sebagai salah satu dari kelompok Intektual yang memimpinkan kemajuan dalam berbagai lini kehidupan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Kemasyarakatan - Humanitas&lt;br /&gt;Dalam melakukan perubahan tidak bisa kita lakuan dengan segudang konsep, yang tidak kalah pentingnya adalah perjuangan mewujudkan kosep – konsep tersebut atau ide-ide perubahan, Pada fase ini dibutuhkan kerja keras semangat,ketabahan,kesabaran dan staminayang besar agar tidak berhenti di tengah jala. Yang perlu disadari dan di bangun oleh kader-kader IMM adalah dalam mewujudkan perubahan peradaban yang berkemajuan dalam kehidupan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prinsip Gerakan IMM&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1. IMM, adalah gerakan mahasiswa Islam;&lt;br /&gt;   2. Kepribadian Muhammadiyah, adalah landasan perjuangan IMM;&lt;br /&gt;   3. Fungsi IMM, adalah sebagai eksponen mahasiswa dalam Muhammadiyah (stabilisator dan dinamisator)&lt;br /&gt;   4. Ilmu adalah amaliyah IMM dan amal adalah ilmiyah IMM;&lt;br /&gt;   5. IMM, adalah organisasi yang sah mengindahkan segala hukum, undang-undang, peraturan dan falsafah negara yang berlaku;&lt;br /&gt;   6. Amal IMM, dilahirkan dan diabadikan untuk kepentingan agama, nusa dan bangsa.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8836911959831677711-7561289908278982580?l=suburpwr.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://suburpwr.blogspot.com/feeds/7561289908278982580/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://suburpwr.blogspot.com/2009/11/trilogi-imm.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8836911959831677711/posts/default/7561289908278982580'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8836911959831677711/posts/default/7561289908278982580'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://suburpwr.blogspot.com/2009/11/trilogi-imm.html' title='TRILOGI IMM'/><author><name>Mas Yanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12544157041332963678</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_e6rE9RHBsgE/Sy9sJb2zgjI/AAAAAAAAADU/d8QAJm-5pfA/S220/21-12-09_0713.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8836911959831677711.post-2727779346632315109</id><published>2009-11-01T23:30:00.004+07:00</published><updated>2009-11-29T12:51:57.249+07:00</updated><title type='text'>HADITS TENTANG JUAL BELI</title><content type='html'>I. MUAMALAH DAN MURABAHAH&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Sebelum membahas tentang Hadits, terlebih dahulu penulis kemukakan tentang definisi Muamalah dan murabahah / jual beli. Secara etimologis, muamalah berasal dari bahasa Arab, dari kata amala - yu’amilu - mu’amalatan, dengan wazan fa’ala - yufa’ilu - mufa’alatan, yang artinya bermakna saling bertindak, saling berbuat, saling mengamalkan. Secara terminologis, muamalah mempunyai dua arti, yakni arti luas dan arti sempit. Dalam arti luas muamalah berarti aturan - aturan hokum Allah untuk mengatur manusia dalam kaitannya dengan urusan duniawi/pergaulan sosial. Dan dalam arti sempit, muamalah berarti aturan Allah yang wajib ditaati, yang mengatur hubungan manusia dengan manusia dalam kaitannya dengan cara memperoleh dan mengembangkan harta benda. Jadi muamalah adalah menyangkut af’al ( perbuatan ) seorang hamba. (2)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Definisi murabahah atau jual beli dikemukakan dalam dua sudut pandang. Secara Fiqh, murabahah atau jual beli adalah suatu akad jual beli barang, di mana penjual menyebutkan harga pembelian barang kepada pembeli, kemudian dia mensyaratkan atasnya laba / keuntungan dalam jumlah tertentu. Dan yang kedua dilihat dari teknis perbankan, murabahah adalah akad jual beli barang dengan menyatakan harga perolehan/harga beli dan keuntungan (margin) yang disepakati oleh penjual dan pembeli. (3) Ibnu Qudamah dalam bukunya Mughni (1999:21) mengatakan, bahwa murabahah adalah menjual dengan harga asal ditambah dengan margin keuntungan yang telah disepakati.(4)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Firman Allah dalam Surat Al Baqarah :275  Yang artinya “ &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Allah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba.”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Dari definisi jelaslah apa makna jual beli / murabahah, dan bagaimana hukumnya. Yang menjadi pertanyaan adalah, apakah semua aktivitas jual beli itu halal? Adakah kaidah - kaidah / etika jual beli yang baik yang dicontohkan atau dibenarkan oleh Rasulullah SAW ? Berikut ini akah penulis coba kemukakan beberapa hadits dan pendapat-pendapat ulama tentang jual beli.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;“ Pendapatan yang paling afdhal adalah hasil karya tangan seseorang dan jual beli ayang mabrur.”&lt;/span&gt;  ( HR. Ahmad, Al Bazzar, Ath Thabrani ).&lt;br /&gt;Dalam hadits di atas dijelaskan bahwa pendapatan / penghasilan yang paling afdhal adalah hasil karya tangan seseorang dan jual beli. Hasil karya di sini dapat diartikan sebagai hasil keringat sendiri, yang dalam hal ini dapat berupa memproduksi suatu barang atau jasa untuk selanjutnya dilakukan proses marketing, atau dijual kepada orang lain dengan harapan mendapatkan keuntungan. Bisa juga diartikan dengan bekerja kepada orang lain untuk mendapatkan upah atau keuntungan. Selama kedua hal tersebut di atas tidak mengandung unsur &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Maghrib &lt;/span&gt;( Maisir, Gharar, Haram, Riba ) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;“ Dari Said Al Hudri, bahwa Rasulullah SAW bersabda” Sesungguhnya jual beli itu harus dilakukan secara suka sama suka.” &lt;/span&gt;( HR. Al  Baihaqi, Ibnu Majjah, dan sahih menurut Ibnu Hibban )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sini jelas bahwa dalam jual beli tidak boleh ada unsure paksaan dan penipuan. Penjual dan pembeli harus dalam keadaan suka sama suka. Si penjual dan pembeli suka dan rela dengan barang dan harga yang disepakati bersama, yang nantinya akan timbul ikhlas dan insya Allah barokah. Seperti yang tercantum dalam hadits berikut ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;“Dari Abdullah Ibnu Harits dari Hakim Ibnu Hizam berkata, Rasulullah SAW bersabda: “Penjual dan pembeli sama - sama bebas menentukan jual belinya selagi keduanya belum terpisah. Jika keduanya jujur dan berterus terang maka jual beli mereka akan diberkahi Allah, tetapi jika saling mendustaidan curang maka berkah dalam jual beli itu akan terhapus”. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua fihak dalam jual beli, penjual dan pembeli harus jujur dan berterus terang. Jujur di sini dapat diartikan penjual tidak menyembunyikan kekurangan / cacat barang, memberitahukan kekurangan dan kelebihan barang yang menjadi obyek jual beli. Dan bagi pembeli tidak membohongi penjual. Misalnya, membeli barang sebelum sampai di pasar dengan harga yang jauh sekali di bawah harga pasar, atau dengan kata lain pembeli membeli barang dalam keadaan si penjual belum mengetahui harga yang berlaku di pasar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sini diperlukan jiwa mulia yang mengendalikan kejujuran dalam jual beli dan tukar menukar di pasar, di toko, dan di kios - kios. Islam membenci muamalah / perbuatan yang serakah dan permainan kotor yang mencampurinya. ( Ahmad Sunarto, 1990 : 62 ) Sabda Rasulullah  yang artinya :  &lt;span style="font-style:italic;"&gt;“ Penjual dan pembeli itu kuasa memilih selama keduanya belum berpisah. Apabila keduanya benar dan mau menerangkan (cacat barang dagangannya) maka diberi berkah keduanya dalam jual belinya. Dan jika keduanya menyembunyikan (cacat barang dagangannya) dan berdusta, maka kemungkinan keduanya mendapat laba, namun keduanya telah memusnahkan berkah jual belinya. Sumpah palsu itu melariskan barang dagangan, memusnahkan keuntungan.”  &lt;/span&gt;(HR. Bukhari dan Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian Rasulullah SAW menjelaska tentang jual beli. Bagi penjual yang berdusta / bohongdalam menawarkan barang dagangannya sehingga si pembeli mempercayainya, maka perbuatan yang demikian termasuk khianat yang besar. &lt;br /&gt;   Sabda Rasulullah SAW :  &lt;span style="font-style:italic;"&gt;“ Tidak halal bagi seorang muslim menjual barang yang ia tahu ada penyakitnya, melainkan ia harus memberitahukan tentang ( penyakit dan cacat itu ) kepada pembelinya.”&lt;/span&gt; (HR. Bukhari )&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;br /&gt;Dari ibnu Aufa : “ Seorang laki - laki berdagang di pasar, kemudian ia bersumpah, Demi Allah ! Barang ini tidak ada tandingannya, berkualitas super, untuk menipu pembeli muslim, maka turunlan ayat  3 Surat Ali Imran :  “ Sesungguhnya orang -orang  yang menukarakan janji Allah dan sumpah - sumpah mereka dengan harga -harga sedikit, mereka tidak mendapat bagian (pahala) di akhirat. Dan Allah tidak akan berkata - kata dengan mereka dan tidak akan melihat mereka pada hari kiamat dan tidak pula mensucikan mereka. Bagi mereka azab yang pedih.” &lt;/span&gt;( Ahmad Sunarto, 1990:63) (4)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hadits lain dijelaskan  &lt;span style="font-style:italic;"&gt;“ Janganlah seorang muslim menawar barang yang telah ditawar oleh saudaranya (orang lain)&lt;/span&gt;. (HR. Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sini mengandung makna tentang kesopanan / etika. Bahwa tidaklah etis seseorang melakukan penawaran atau membeli barang dalam keadaan tidak bebas atau belum putus. Bebas dalam hal ini artinya masih menjadi obyek tawar menawar oleh penjual dan calon pembeli pertama. Seandainya pihak ketiga / calon pembeli kedua menyela dan melakukan penawaran terhadap obyek jual beli yang belum putus, maka tentu akan menyakiti hati calon pembeli pertama. Jadi ini tidak dibenarkan untuk dilakukan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hadits lain dijelaskan, &lt;span style="font-style:italic;"&gt;“Dari Ibnu Umar, bahwa Rasulullah SAW melarang penjualan dengan pujian.” &lt;/span&gt;( HR. Muslim )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengertian “Najasy” dalam hadits di atas bisa juga di artikan penjualan dengan menyuruh pada seorang kawannya denganpura - pura menawar dengan harga yang tinggi untuk menarik orang lain. ( Hussein, 1987:172 )(5)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Itulah beberapa hadits tentang jual beli / murabahah yang dapat penulis sampaikan. Di samping itu ada pendapat – pendapat ulama yang mendukng hadits tentang jual beli. Diantaranya adalah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; “ Pada dasarnya semua bentuk muamalah boleh dilakukan kecuali ada dalil yang mengharamkannya”. ( Kaidah Fiqh ).(6)&lt;br /&gt;‘Ijma’ mayoritas ulama tentang kebolehan jual beli dengan cara murabahah.” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;II. METODE MURABAHAH&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Dalam kehidupan sehari jual beli yang kita kenal hanyalah jual beli yang melibatkan dua fihak. Yaitu penjual dan pembeli. Metoda pembayarannya dapat dilakukan tunai ( Nagdar) atau cicilan (muajjal). Ini sesuai dengan rukun jual beli, yakni ada penjual, pembeli, obyek jual beli, harga, dan ijab kabul / akad jual beli.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Ada juga praktik jual beli / murabahah yang dijalankan oleh perbankan syariah. Dalam perbankan syariah sebenarnya teradapat dua akad jual beli yang melibatkan tiga fihak. Murabahah pertama dilakukan secara tunai antara bank (sebagai pembeli) dengan penjual barang. Murabahah kedua dilakukan secara cicilan antara bank sebagai penjual dengan nasabah sebagai pembeli. Lazimnya bisnis tentu bank mengambil keuntungan  dari transaksi murabahah. Rukun murabahah pertama terpenuhi, demikian juga rukun murabahah kedua. Dengan demikian dapat dikatakan  kedua rukun murabahah itu sah.(8)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi pada dasarnya kedua rukun jual beli / murabahah itu secara rukun dan hukum  adalah sah, selama tidak mengandung unsur – unsur MAGHRIB ( maisir, gharar, haram, dan riba) . apabila suatu akad mengandung unsur – unsur  tadi maka dengan sendirinya akad tersebut adalah tidak sah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Perdamaian dapat dilakukan diantara kaum muslimin kecuali perdamaian yang mengharamkan yang halal dan menghalalkan yang haram. Kaum muslimin terikat dengan syarat – syarat mereka kecuali syarat yang mengharamkan yang halal atau menghalalkan yang haram”.&lt;/span&gt; HR. Tirmidzi dari Amr bin ‘Auf)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KESIMPULAN DAN PENUTUP&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Dari uraian masalah di atas dapat diambil kesimpulan bahwa :&lt;br /&gt;1. Sebenarnya manusia itu dalam hidupnya tidak bisa terlepas dari muamalah karena manusia adalah selain mkahluk individu juga makhluk sosial atau makhluk zoon politicon ( Aristoteles ). Dan dalam bermuamalah tidak dapat terlepas dari aktivitas jual beli / murabahah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Bahwasanya banyaknya aturan dan tuntunan / etika jual beli, baik yang dicontohkan oleh Rasulullah maupun para Sahabat semasa Rasulullah adalah semata – mata untuk menjaga kita, umat Islam agar tidak terlalu memikirkan untuk mengeruk keuntungan, tanpa mempedulikan apakah barokah atau tidak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Banyaknya dalil yang mengatur jual beli / murabahah adalah bukti kecintaan Allah dan Rasululah kepada kita, umat Islam agar selalu menjaga diri dan harta dalm kesucian, tidak tercampur oleh maisir, gharar, haram, dan riba, yang pada gilirannya akan mendatangkan barokah fiddunnya wal akhirah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Semoga uraian singkat ini dapat bermanfaat bagi umat Islam umumnya. Amin yaa Rabbal ‘Alamin.   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DAFTAR PUSTAKA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Departemen Agama RI, Al-'Aliyy Al-Quran dan Terjemahnya,Bandung, 2000, CV Diponegoro&lt;br /&gt;2. Achmad Sunarto, Hakikat Ikhlas dan Jujur. Jakarta, 1990. Pelita Amani.&lt;br /&gt;3. Hussein Bahreisj, Himpunan Hadits Sahih Muslim. Surabaya, 1987. Al Ikhlas.&lt;br /&gt;4. M. Hatta : http:// jurnal-ekonomi.org/2007/12/12…. mobile phone.&lt;br /&gt;5. Ari Condro: htp :// www.mail archive.com / ekonomi nasional&lt;br /&gt;6. Fachri : http // www.sekarang online.com /artikel-road….&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8836911959831677711-2727779346632315109?l=suburpwr.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://suburpwr.blogspot.com/feeds/2727779346632315109/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://suburpwr.blogspot.com/2009/11/hadits-tentang-jual-beli.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8836911959831677711/posts/default/2727779346632315109'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8836911959831677711/posts/default/2727779346632315109'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://suburpwr.blogspot.com/2009/11/hadits-tentang-jual-beli.html' title='HADITS TENTANG JUAL BELI'/><author><name>Mas Yanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12544157041332963678</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_e6rE9RHBsgE/Sy9sJb2zgjI/AAAAAAAAADU/d8QAJm-5pfA/S220/21-12-09_0713.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8836911959831677711.post-5649926614699982826</id><published>2009-11-01T19:23:00.008+07:00</published><updated>2009-12-03T15:42:27.963+07:00</updated><title type='text'>FIQIH MUAMALAH</title><content type='html'>BAB I&lt;br /&gt;PENDAHULUAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A    LATAR BELAKANG MASALAH&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara qudrati, manusia selain sebagai makhluk individu adalah juga sebagai makhluk social. Di mana manusia tidak dapat hidup sendiri dengan tanpa bantuan dari orang lain, yang menurut Aristoteles manusia adalah sebagai zoon politicon. Manusia selalu dan memang sangat membutuhkan orang lain.&lt;br /&gt;Dalam bermuamalah banyak sekali aturan, etika, dan hukum-hukum yang harus diikuti oleh manusia, baik itu aturan hukum positif yang berlaku di suatu Negara, maupun aturan - aturan agama. Dalam hal ini aturan agama Islam, yang salah satu sumber hukumnya adalah Al Qur’anul  Kariim.&lt;br /&gt;Dalam bermuamalah, terutama yang berhubungan dengan harta benda dan cara mendapatkannya, masih banyak kalangan umat Islam yang hanya mementingkan kesenangan diri dan duniawi, tanpa  mempertimbangkan kepentingan orang lain dan kebahagiaan negeri akhirat. Banyak yang menghalalkan segala cara untuk mengumpulkan harta kekayaan sebanyak - banyaknya tanpa mempedulikan apakah harta yang diperolehnya itu barokah, halaalan thayyiban atau tidak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B    TUJUAN PENULISAN&lt;br /&gt;Agar umat Islam, khususnya diri penulis terbuka wawasan, ternyata dalam bermuamalah, dalam pergaulan social, dalam usaha manusia memenuhi kebutuhan hidupnya, dalam pengumpulan harta untuk sarana dan kelengkapan ibadah kepada Allah dan sesama manusia, banyak aturan-aturan atau hukum-hukum yang harus diperhatikan dan ditaati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C    RUMUSAN MASALAH&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sangat penting diupayakan membuka wawasan bagi umat Islam dalam bermuamalah, baik dalam berjual beli, dalam bertransaksi, dalam mengumpulkan harta untuk sarana ibadah, yang sesuai dengan kaidah fiqh, etika, dan prinsip Islami. Salah satunya dengan menyadarkan umat, bahwa dalam Al Qur’an pun ada aturan dan anjuran bermuamalah yang baik dan barokah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB II&lt;br /&gt;FIQH MUAMALAH&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A  DEFINISI FIQH MUAMALAH&lt;br /&gt;Secara etimologis, Fiqh Mu’amalah berasal dari bahasa Arab, yaitu Fiqh dan Mu’amalah. Fiqh adalah sekelompok hukum tentang amal perbuatan manusia yang diambil dari dalil-dalil yang terperinci.1). Sumber lain menyebutkan definisi Fiqh adalah pengetahuan tentang hukum-hukum syariat mengenai perilaku manusia dalam kehidupannya yang diperoleh dari dalil-dalil Islam secara rinci.2)&lt;br /&gt;Mu’amalah berasal dari kata ‘amala - yu’amilu - mu’amalatan, dengan wazan fa’ala - yufa’ilu - mufa’alatan, yang artinya bermakna saling bertindak, saling berbuat, saling mengamalkan. Secara terminologis, muamalah mempunyai dua arti, yakni arti luas dan arti sempit. Dalam arti luas mu’amalah berarti aturan-aturan hukum Allah untuk mengatur manusia dalam kaitannya dengan urusan duniawi/pergaulan sosial. Dan dalam arti sempit, mu’amalah berarti aturan Allah yang wajib ditaati, yang mengatur hubungan manusia dengan manusia dalam kaitannya dengan cara memperoleh dan mengembangkan harta benda. Jadi mu’amalah adalah menyangkut af’al ( perbuatan ) seorang hamba. 3). Menurut pendapat lain, Mu’amalah adalah hubungan kerja antar manusia yang dibina atas perikatan-perikatan dan perjanjian-perjanjian yang saling merelai demi mencapai kemaslahatan bersama. 4)&lt;br /&gt;Jadi, dengan melihat kedua definisi di atas dapat disimpulkan bahwa Fiqh Mu’amalah adalah aturan-aturan hukum Allah dari dalil-dalil yang terperinci yang mengatur hubungan manusia dengan manusia dalam kaitannya dengan urusan duniawi / pergaulan sosial, dan cara manusia  memperoleh dan mengembangkan harta benda (ghairu mahdhah). Dan ini bukan yang menyangkut tentang tatacara ibadah langsung kepada Allah (mahdhah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B     PEMBAGIAN DAN RUANG LINGKUP FIQH MU’AMALAH&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ruang lingkup Fiqh mu’amalah adalah pada hukum-hukum Islam yang berupa peraturan-peraturanyang berisi perintah atau larangan, seperti : wajib, sunnah, makruh, haram, dan mubah. Hukum-hukum fiqh mu’amalah adalah hukum-hukum yang meyangkut urusan mu’amalah dalam hubungan antara manusia dengan manusia lainya, lebih khusus tentang urusan kebendaan / harta.&lt;br /&gt;Ruang lingkup Fiqh muamalah adalah aturan-aturan dan hukum-hukum syariat yang berkaitan dengan bidang muamalat. Mengenai ruang lingkup Fiqh Mu’amalah, terdapat macam-macam pendapat ulama. Menurut Rifa’i (1978 : 402-433) 5), ruang lingkup Fiqh Mu’amalah meliputi aturan-aturan/ketentuan-ketentuan, rukun, dan syarat mengenai :&lt;br /&gt;1. Jual beli, adalah menukar suatu barang dengan barang lain dengan cara tertentu/akad.&lt;br /&gt;2. Riba, adalah penukaran barang tertentu, tidak diketahui sama atau tidaknya menurut aturan syara, atau terlambat menerimanya)&lt;br /&gt;3. Hutang Piutang, adalah memberikan sesuatu kepada seseorang dengan perjanjian akan membayar dalan jumlah yang sama.&lt;br /&gt;4. Hawalah, adalah akad mengalihkan tanggung jawab membayar hutang dari seseorang kepada orang lain.&lt;br /&gt;5. Qiradl, adalah memberikan modal kepada orang lain untuk diperniagakan, dan keuntungannya dibagi menurut perjanjian waktu akad.&lt;br /&gt;6. Syarikat, ialah perjanjia kerja sama dua orang atau lebih yang masing-masing memberikan sejumlah harta tertentu, guna memperoleh keuntungan.&lt;br /&gt;7. Rahnu/gadai, adalah menjadikan suatu benda yang berupa harta dan ada harganya, sebagai jaminan hutang, dan akan dijadikan pembayaran hutangnya jika hutang itu tidak dapat dibayar.&lt;br /&gt;8. ‘Ariyah/pinjam-meminjam, adalah membolehkan kepada orang lain mengambil manfaat sesuatu yang halal dengan tidak merusak zatnya, dan dikembalikan dalam kondisi yang sama / tidak rusak zatnya.&lt;br /&gt;9. Sewa – menyewakan, artinya akad mengambil manfaat sesuatu yang diterima dari orang lain denga jalan membayar sesuai dengan perjanjian dan syarat yang telah ditentukan.&lt;br /&gt;10. Wadi’ah, adalah menitipkan barang kepada orang lain untuk dipelihara yang wajar.&lt;br /&gt;11. Wakalah, adalah menyerahkan pada orang lain melakukan sesuatu pekerjaan yang boleh dikerjakannya,  supaya dikerjakan semasa hidupnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C   HUBUNGAN FIQH MU’AMALAH DENGAN FIQH LAINNYA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam bagian ini akan penulis kemukakan mengenai hubungan antara fiqh mu’amalah dengan fiqh lainnya. Dalam paparan di depan telah dijelaskan tentang arti fiqh, yakni sekelompok hukum tentang amal perbuatan manusia yang diambil dari dalil-dalil yang terperinci.&lt;br /&gt;Dari definisi ini pun telah sangat jelas, bahwa Fiqh adalah induk dari sub bagian - sub bagian fiqh itu sendiri, yakni fiqh ibadah, fiqh mu’amalah, fiqh ekonomi (Iqtishady), dan lain – lain, semuanya mempunyai hubungan yang sangat erat, tidak dapat dipisahkan dan saling menunjang satu dengan lainnya, dan semuanya bermuara kepada satu hal, yakni mendapatkan ridho Allah Swt.&lt;br /&gt;Dalam berjual-beli, misalnya, kita harus berpedoman pada fiqh yang mengatur jual beli, juga harus berdasarkan aqidah. Dalam jual beli jangan dilupakan, bahwa apa yang dilaksanakan adalah untuk ibadah, dalam jual beli jangan menggunakan politik kotor atau mengandung unsur penipuan, diperlukan transparansi, dalam jual beli menggunakan bahasa / tutur kata  yang lembut dan tidak menyinggung perasaan orang lain. Dengan demikian, selama beraktivitas harus menyesuaikan dengan aturan-aturan yang diberikan oleh Allah dan Rasul-Nya. Dengan demikian insya Allah apa yang dilaksanakan akan mendapatkan hasil yang halaalan thayyiban, dan radhiyyatan mardhiyyatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB III&lt;br /&gt;H A R T A&lt;br /&gt;A  DEFINISI HARTA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kehidupan sehari-hari manusia tidak dapat melepaskan diri dari harta. Harta adalah sesuatu yang sangat penting dalam kehidupan manusia, sehingga karena begitu penting dan berharganya, manusia seringkali berlomba utuk mengumpulkan harta sebanyak-banyaknya. Bahkan seringkali pula meghalalkan segala cara untuk mendapatkannya. Yang menjadi pertanyaan adalah, apakah harta itu? Dan mengapa sampai manusia berlomba untuk mendapatka dan memilikinya?&lt;br /&gt;Allah berfirman dalam Qur’an  surat  Al Hadiid ayat 7 ,&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Berimanlah kamu kepada Allah dan Rasul-Nya dan nafkahkanlah sebagian dari hartamu yang Allah telah menjadikan kamu menguasainya. Maka orang-orang yang beriman di antara kamu dan menafkahkan (sebagian) dari hartanya memperoleh pahala yang besar"&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Para fuqaha mentakrifkan harta (mal) dengan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Sesuatu yang manusia cenderung kepadanya dan mungkin disimpan di waktu diperlukan“. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada pula yang mentakrifkan sebagai&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;“Sesuatu yang tabiat cenderung kepadanya dan berlaku memberi dan menahan kepadanya”.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Golongan Hanafiah mengaitkan definisi mal ini dengan kemungkinan disimpan (iddikhar). Mereka berbuat demikian untuk mengeluarkan manfaat dari definisi mal. Manfaat menurut mereka adalah masuk golongan milik, dan tidak termasuk golongan mal. Dalam hal ini mereka membedakan antara mal dengan milik.&lt;br /&gt;Milik adalah sesuatu yang dapat kita bertasharruf kepadanya.secara ikhtishash, tidak dicampuri orang lain. Karenanya manfaat masuk ke dalam bagian milik. Sedang mal adalah segala yang dapat disimpan untuk dimanfaatkan di waktu diperlukan. Dari beberapa definisi di atas dapat disimpulkan bahwa :&lt;br /&gt;1. Harta / mal adalah nama bagi yang selain manusia, yang ditetapkan untuk kemaslahatan manusia, dapat dipelihara pada suatu tempat, dapat dilakukan tasharruf dengan jalan ikhtiar.&lt;br /&gt;2. Benda yang dijadikan harta itu dapat dijadikan harta oleh umum manusia atau oleh sebagian mereka.&lt;br /&gt;3. Sesuatu yang tidak dipandang harta, tidak sah kita menjualnya.&lt;br /&gt;4. Sesuatu yang dimubahkan walaupun tidak dipandang harta, seperti sebiji beras. Sebiji beras tidak dipandang sebagai harta walaupun ia boleh kita miliki.&lt;br /&gt;5. Harta itu wajib mempunyai wujud. Karenanya manfaat tidak masuk ke dalam bagian harta, karena tidak mempunyai wujud.&lt;br /&gt;6. Benda yang dapat dijadikan harta dapat disimpan untuk waktu tertentu,atau untuk waktu yang lama dan dipergunakan diwaktu dia dibutuhkan. 6)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B    KEDUDUKAN DAN FUNGSI HARTA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah Swt berfirman dalam Al Qur’an surat Ali Imran ayat 14 :&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;“ Dijadikan indah pada pandangan manusia kepada apa-apa yang diingini, yaitu wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak, dan sawah ladang, itulah kesenangan hidup di dunia”.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Pada diri manusia dijadikan Allah sifat menyenangi kehidupan dunia yang penuh dengan keindahan dan perhiasan. Yang diantara keindahan itu adalah harta, wanita, dan anak-anak. Realitas sifat manusiawi yang cinta pada harta sebenarnya juga terjadi dan melekat pada diri nabi-nabi pada umumnya. Kecintaan nabi pada isteri-isteri, pakaian, makanan, kuda, unta, dan lainnya yang tergolong paling bagus juga menunjukkan realitas sifat manusia yang netral ini. Kedudukan maal di sini adalah sebagai nikmat Allah bagi manusia, bila digunakan untuk kebaikan. Walaupun begitu manusia tidak boleh menyembah harta dan menjadikannya tujuan hidup di dunia dan lupa mengabdi kepada Allah. Maal/harta juga sebagai tiang kehidupan yang sangat di sukai manusia.&lt;br /&gt;Harta merupakan sarana menguji keimanan seseorang. Apakah dengan atau tanpa harta seseorang akan terpengaruh atau tidak dalam mengabdi dan beribadah kepada Allah. Hal ini karena diantara tujuan hokum Islam adalah memelihara harta dan tidak boleh berbuat zalim terhadap orang lain serta wajib menggunakan harta itu dalam hal-hal yang diridhoi Allah Swt.&lt;br /&gt;Tujuan pokok dari dianugerahkan-Nya harta itu adalah untuk memakmurkan bumi, yang diantaranya adalah dengan social responsibility yang nantinya akan bermuara kepada mencari atau mendapatkan ridho Allah. dalam pelaksanaan social responsibility atau tanggung jawab sosial tersebut Islam mengajarkan zakat, infaq, shadaqah, wakaf, dan lain sebagainya, termasuk memelihara anak yatim dan menyantuni fakir miskin. Dengan demikian manusia akan terhindar dari apa yang disebutkan Allah dalam surat Al Ma'uun 1-7, yakni, pendusta agama, yang diantara cirinya adalah menghardik anak yatim, tidak memberi makan orang miskin, melalaikan shalat, berbuat ria, dan enggan menolong dengan barang berguna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C    PEMBAGIAN HARTA DALAM FIQH MUAMALAH&lt;br /&gt;Dalam pengertian umum harta dibagi menjadi dua bagian, yaitu materi dan non materi. Yang termasuk materi diantaranya adalah uang, perhiasan, tanah, dan sebagainya. Sedangkan yang termasuk non materi adalah deposito, HAKI (Hak Atas Kekayaan Intelektual), saham, dan sebagainya.  Harta menurut fiqh Islam terbagi dalam banyak bagian, yang ditinjau dari berbagai segi, yang masing-masing bagian itu mempunyai ciri-ciri dan hukum sendiri. Maka harta itu dapat kita bagi menjadi 10 bagian yang mendasar, yaitu:&lt;br /&gt;1. Mal Mutaqawwim (benda bernilai) dan ghairu mutaqawwim (benda tak bernilai)&lt;br /&gt;2. Mal Mitsli (benda bercontoh) dan qimy (benda tak bercontoh)&lt;br /&gt;3. Mal Istihlaki (benda yang habis pakai) dan ghairu istihlaki (benda tak habis pakai)&lt;br /&gt;4. Mal manqul (benda bergerak) dan ghairu manqul (benda tak bergerak)&lt;br /&gt;5. Mal khass (milik pribadi) dan mal ‘amm (milik umum)&lt;br /&gt;6. Mal ‘usul (pokok) dan mal simar (hasil)&lt;br /&gt;7. Mal Mamluk (benda yang ada pemiliknya) dan mal mubah (benda tak bertuan).&lt;br /&gt;8. Mal qabilul lil qismah (harta yang dapat dibagi) dan mal ghairu qabilil lil qismah (harta yang tidak dapat dibagi).&lt;br /&gt;Menurut Hanafiyah, yang termasuk harta diam hanya tanah saja. Sedangkan Malikiyah menganggap harta diam meluas kepada segala yang melekat dengan tanah secara permanen, seperti tanaman dan bangunan. Sebab keduanya tak mungkin dipindahkan, kecuali harus dipindahkan bangunannya menjadi hancur, dan tanaman berubah menjadi kayu bakar. 7)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB IV&lt;br /&gt;HAK MILIK&lt;br /&gt;Hak milik atau kepemilikan dalam Islam, sebenarnya dari bahasa Arab, dari kata “malaka” yang artinya memiliki. Dalam bahasa Arab, “milik” berarti kepenguasaan orang terhadap sesuatu (barang atau harta) dan barang tersebut dalam genggamannya baik secara riil maupun secara hukum. Dimensi kepenguasaan ini direfleksikan dalam bentuk bahwa orang yang memiliki sesuatu barang berarti mempunyai kekuasaan terhadap barang tersebut sehingga ia dapat mempergunakannya menurut kehendaknya dan tidak ada orang lain, baik itu individual maupun kelembagaan yang dapat menghalang-halanginya dari memanfaatkan barang yang dimilikinya.&lt;br /&gt;Para Fuqaha membagi kepemilikan menjadi dua macam, yaitu kepemilikan sempurna (tamm) dan kepemilikan kurang (naaqis). Dua jenis kepemilikan ini mengacu kepada kenyataan bahwa manusia dalam kapasitasnya sebagai pemilik suatu barang dapat mempergunakan dan memanfaatkan substansinya saja, nilai guna saja, atau kedua-duanya.  Sebab-sebab timbulnya kepemilikan menurut syariah, salah satunya adalah karena akad.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A     DEFINISI AKAD&lt;br /&gt;Al-‘Aqd (akad/kontrak) berasal dari kata ‘aqada–ya’qidu–‘aqdan,  jamaknya adalah al-‘uqûd.  Secara bahasa al-’aqd bermakna ar-rabth (ikatan), asy-syadd (pengokohan), at-taqwiyah (penguatan).  Jika dikatakan, ‘aqada al-habla (mengikat tali), maksudnya adalah mengikat tali satu dengan yang lain, mengencangkan dan menguatkan ikatannya. Al-‘aqdu juga bisa bermakna al-‘ahdu (janji) atau al-mîtsâq (perjanjian). Adapun al-’uqdah (jamaknya al-‘uqad) adalah obyek ikatan atau sebutan untuk sesuatu yang diikat.&lt;br /&gt;Secara etimologis  akad berarti :&lt;br /&gt;1. Ikatan, yaitu : ikatan antara ujung sesuatu (dua perkara), baik ikatan secara nyata maupun ikatan secara abastrak, dari satu atau dua sisi. Atau juga mengumpulkan dua ujung tali dan mengikat salah satunya dengan yang lain, sehingga bersambung, kemudian keduanya  menjadi satu benda ;&lt;br /&gt;2. Sambungan, yaitu sambungan yang memegang kedua tepi  itu dan mengikatnya ;&lt;br /&gt;3. Janji, sebagaimana dijelaskan dalam QS. Al-Maidah  : 1&lt;br /&gt;  &lt;span style="font-style: italic;"&gt;“Hai orang-orang yang beriman, penuhilah janji-janjimu” &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan menurut terminologi, akad dapat ditinjau dari dua segi, yaitu secara umum dan khusus. Secara umum, pengertian akad dalam arti luas hampir sama dengan pengertian akad dari segi bahasa. Menurut pendapat ulama Syafi’iyah, Malikiyah, dan Hanbaliyah, akad adalah segala sesuatu yang  dikerjakan seseorang berdasarkan keinginan sendiri, seperti wakaf, talak, pembebasan atau sesuatu yang pembentukannya memmbutuhkan keinginan dua orang seperti jual-beli, sewa-menyewa, perwakilan, dan gadai.&lt;br /&gt;Pengertian akad secara khusus adalah perikatan (yang ditetapkan dengan) ijab dan qabul  Contoh, ijab adalah pernyataan seorang penjual,&lt;span style="font-style: italic;"&gt; "Saya telah menjual barang ini kepadamu" &lt;/span&gt;atau sejenisnya. Contoh qabul: &lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Saya beli barangmu" &lt;/span&gt;atau sejenisnya. Dengan demikian, ijab qabul adalah adalah suatu  perbuatan atau pernyataan untuk menunjukkan suatu keridhaan dalam berakad di antara dua orang atau lebih. Berdasarkan pengertiaan di atas, dapat disimpulkan bahwa yang dimaksud dengan akad adalah suatu yang sengaja dilakukan oleh kedua belah pihak berdasarkan persetujuan masing-masing&lt;br /&gt;Dalam  jual beli pun ada istilah aqad, yakni penjual menyampaikan ijab (penawaran) terhadap suatu barang dengan harga Rp. 100,00 dan pihak lain menyampaikan Qabul (menerima) atas penawaran barang dari penjual dengan harga Rp.100,00 pula. Setelah masing-masing pihak setuju, maka dilakukanlah proses serah terima / pertukaran barang yang diperjual belikan tersebut, di mana penjual menyerahkan barang kepada pembeli, dan pembeli membayar harga barang sebesar yang telah disepakati.&lt;br /&gt;Setelah proses tersebut maka barang tersebut secara sah dan meyakinkan telah berpindah kepemilikan dari milik penjual menjadi milik pembeli. Hanya perlu diingat, bahwa sahnya akad tetap harus mengacu kepada ketentuan syariah, harus sah syarat dan rukunnya, dan akad dimaksud tidak mengandung unsur-unsur yang dilarang dalam agama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B   RUKUN DAN SYARAT AKAD&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengenai rukun  aqad, terdapat perbedaan pendapat dikalangan ulama. Ulama Hanafiyah berpendapat bahwa rukun aqad adalah ijab dan qabul. Sedangkan ulama Malikiyah berpendapat  bahwa aqad memiliki tiga rukun, yaitu :&lt;br /&gt;1. Aqid (orang yang beraqad) terkadang masing-masing pihak terdiri dari seorang saja, dan kadang kala dari beberapa orang;&lt;br /&gt;2. Ma’qud Alaih (sesuatu yang diaqadkan); ma’qud ‘alaih atau mahallul aqdi adalah benda yang menjadi objek aqad, seperti benda-benda yang dijual dalam aqad ba’i (jual beli) yang dihibahkan dalam aqad hibah, yang digadai dalam akad rahn, dan lain-lain.&lt;br /&gt;3. Shighat al-aqd, yaitu ijab dan qabul ucapan yang menunjukkan kehendak kedua belah pihak&lt;br /&gt;Ada beberapa syarat yang harus terdapat dalam akad, namun dapat dibagi menjadi dua macam, yaitu: Pertama, syarat umum, yaitu syarat-syarat yang wajib sempurna wujudnya dalam segala macam akad. Kedua, syarat khusus, yaitu syarat-syarat yang disyaratkan wujudnya dalam sebagian akad, tidak dalam sebagian yang lain. Syarat-syarat ini biasa juga disebut syarat tambahan (syarat idhafiyah) yang harus ada di samping syarat- syarat umum, seperti adanya saksi, untuk terjadinya nikah, tidak boleh adanya ta'liq dalam aqad muawadha dan aqad tamlik, seperti jual beli dan hibah . Ini merupakan syarat-syarat idhafiyah.&lt;br /&gt;Sedangkan syarat-syarat yang harus terdapat dalam segala macam akad adalah:&lt;br /&gt;1. Ahliyatul 'aqidaini (kedua pihak yang melakukan akad cakap bertindak atau ahli).&lt;br /&gt;2. Qabiliyatul mahallil aqdi li hukmihi (yang dijadikan objek akad dapat menerima hukuman).&lt;br /&gt;3. Al-Wilyatus syar'iyah fi maudhu'il aqdi (akad itu diizinkan oleh syara dilakukan oleh orang yang mempunyai hak melakukannya dan melaksanakannya, walaupun dia bukan si 'aqid sendiri).&lt;br /&gt;4. Alla yakunal 'aqdu au madhu'uhu mamnu'an binashshin syar'iyin (janganlah akad itu yang dilarang syara) seperti bai' munabadzah.&lt;br /&gt;5. Kaunul 'aqdi mufidan (akad itu memberikan faedah).&lt;br /&gt;6. Baqaul ijabi shalihan ila mauqu'il qabul (ijab berjalan terus, tidak dicabut, sebelum terjadi qabul).&lt;br /&gt;7. Ittihadu majalisil 'aqdi (bertemu di majelis akad). Maka ijab menjadi batal apabila berpisah salah seorang dari yang lain dan belum terjadi qabul.8)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C   PEMBAGIAN AKAD&lt;br /&gt;Dalam Fiqh Muamalah akad dibagi menjadi dua bagian yaitu akad tabarru’ dan akad tijarah.  Akad Tabarru’ adalah segala macam perjanjian yang menyangkut transaksi yang tidak mengejar keuntungan (non profit transaction). Akad tabarru dilakukan dengan tujuan tolong menolong dala rangka berbuat kebaikan, sehingga pihak yang berbuat kebaikan tidak berhak mensyaratkan imbalan apapun kepada pihak lainnya. Akan tetapi pihak yang berbuat kebaikan tersebut boleh meminta kepada rekan transaksinya untuk sekedar menutupi biaya yang dikeluarkannya untuk melakukan akad, tanpa mengambil laba dari tabarru’ tersebut.contoh akad tabarru’ adalah qard, wadi’ah, wakalah, rahn, hibah, dan sebagainya.   Sedangkan akad Tijarah adalah segala macam perjanjian yang nenyangkut transaksi yang mengejar keuntungan (profit orientation), sehingga tiap transaksinya bersifat komersial. Hal ini didasarkan atas kaidah bisnis bahwa “business is an activity for a profit”. Contoh dari akad tijarah adalah akad-akad bagi hasil berupa mudharabah, musyarakah, dan sebagainya, dan akad-akad sewa menyewa berupa ijarah, ijarah muntahia bi at tamlik, dan sebagainya.&lt;br /&gt;Kaidah fiqh yang berkaitan antara akad tabarru dan tijarah adalah : Pertama, akad Tabarru’ tidak boleh dirobah menjadi akad tijarah, dan kedua, akad tijarah boleh dirobah menjadi akad tabarru”. Artinya setiap transaksi tabarru’ yang semula niatnya untuk urusan sosial / non komersial, akan tetapi kemudian dalam pelaksanaannya ternyata dirubah untuk mendapatkan keuntungan, itu dilarang. Akan tetapi transaksi yang niat semula untuk mendapatkan keuntungan, dalam pelaksanaannya boleh dirobah menjadi non komersial/tidak untuk mendapatkan keuntungan. Dan ini dengan alasan-alasan tertentu malah dianjurkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB  V&lt;br /&gt;KESIMPULAN DAN PENUTUP&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari uraian di atas dapat diambil kesimpulan bahwa dalam kehidupan di dunia, manusia tidak dapat terlepas dari selalu berhubungan dengan manusia lain (bermuamalah), dalam usahanya untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Sebab memang manusia selain sebagai makhluk individu juga adalah sebagai makhluk sosial, seperti kata Aristoteles, bahwa manusia adalah zoon politicon.&lt;br /&gt;Dalam bermuamalah ada aturan-aturan yang harus diikuti oleh manusia dalam, yakni hukum-hukum yang mengatur amal perbuatan manusia, yang bersumber dari dalil dalil yang terperinci. Termasuk di sini dalam usaha manusia memenuhi kebutuhan hidupnya.&lt;br /&gt;Dalam usahanya mengumpulkan harta, yang memang sangat penting, dan bahkan sangat dianjurkan oleh Allah, manusia tidak seharusnya melanggar rambu-rambu yang telah ditetapkan oleh Allah. Dan dalam penggunaannya pun harus dalam rangka mencari ridha Allah.&lt;br /&gt;Dalam mendapatkan harta benda atau kekayaan sebagai sarana meningkatkan keyakinan dan keimanan kepada Sang Khaliq, harus dengan cara  yang halal dan thayyib, harus dengan transaksi dan akad yang baik, yaitu yang memenuhi rukun dan syaratnya, serta tidak memenuhi unsur-unsur maghrib, yakni, maysir, gharar, haram, dan riba dan bathil. Dengan memakai cara-cara yang baik, insya Allah apa yang dihasilkannya pun akan baik pula. Dan dengan menggunakan barang atau harta yang baik, akan membawa perilaku yang baik pula, yang diantaranya adalah social responsibility atau tanggung jawab social, yakni manusia yang peduli atau berempati kepada manusia lain, yang pada gilirannya kelak akan menjadikan umat semakin kuat.&lt;br /&gt;Akhirnya, semoga makalah ini bermanfaat, khususnya bagi diri penulis, dam umumnya bagi umat Islam, dan semakin menambah wawasan kita, akan pentingnya mempelajari Fiqh Muamalah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahu a’lam bi as shawab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DAFTAR PUSTAKA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1) Yahya, Mukhtar, Prof. Dr,  Dasar-Dasar Pembinaan Hukum Fiqh Islami, Bandung,  1983, Al-Ma’arif.&lt;br /&gt;2) Website : http ://kasei-unri.org.&lt;br /&gt;3) Hatta, M. : http :// jurnal - ekonomi.org/2007/12/12………    versi mobile phone.&lt;br /&gt;4) Yahya, Mukhtar, Prof. Dr,  Dasar-Dasar Pembinaan Hukum Fiqh Islami, Bandung. 1983, Al-Ma’arif.&lt;br /&gt;5) Rifa’i, Moh. Drs, H, Ilmu Fiqih Islam Lengkap, Semarang, 1978. Toha Putra&lt;br /&gt;6) Ash Shiddieqy, Muhammad Hasbi, Teungku, Pengantar Fiqh Mu’amalah, Semarang. 1999, PT. Pustaka Rizki Putra.&lt;br /&gt;7) Website :  http ://arief sulfie.blogs.friendster.com / ak……versi mobile phone.&lt;br /&gt;8) Website :  http ://www.badilag.net&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8836911959831677711-5649926614699982826?l=suburpwr.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://suburpwr.blogspot.com/feeds/5649926614699982826/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://suburpwr.blogspot.com/2009/11/blog-post.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8836911959831677711/posts/default/5649926614699982826'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8836911959831677711/posts/default/5649926614699982826'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://suburpwr.blogspot.com/2009/11/blog-post.html' title='FIQIH MUAMALAH'/><author><name>Mas Yanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12544157041332963678</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_e6rE9RHBsgE/Sy9sJb2zgjI/AAAAAAAAADU/d8QAJm-5pfA/S220/21-12-09_0713.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8836911959831677711.post-5319310251169288092</id><published>2009-09-16T06:39:00.004+07:00</published><updated>2009-11-29T20:49:08.711+07:00</updated><title type='text'>KONSEP JUAL BELI DALAM AL QUR'AN</title><content type='html'>&lt;div class="Section1"&gt;&lt;p style="margin-left: 0pt; margin-right: 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:'Book Antiqua';"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;              &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:'Book Antiqua';"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Jual beli menurut bahasa artinya menukar sesuatu dengan sesuatu. Sedang menurut syara’ artinya menukar harta dengan harta menurut cara-cara tertentu (‘aqad).1)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-left: 0pt; margin-right: 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:'Book Antiqua';"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Jual beli ini telah disyari’atkan oleh Allah dalam Q S Al Baqarah ayat 275 :&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-left: 0pt; margin-right: 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;  &lt;/p&gt;&lt;p style="margin-left: 0pt; margin-right: 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family:'Book Antiqua';"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;275.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:'Book Antiqua';"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;  Orang-orang yang makan (mengambil) riba[*] tidak dapat berdiri melainkan seperti berdiri&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:'Book Antiqua';"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;nya orang yang kemasukan syaitan lantaran (tekanan) penyakit gila[**]. keadaan mereka yang demikian itu, adalah disebabkan mereka berkata (berpendapat), Sesungguhnya jual beli itu sama dengan riba&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:'Book Antiqua';"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;, padahal Allah Telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:'Book Antiqua';"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt; orang-orang yang Telah sampai kepadanya larangan dari Tuhannya, lalu terus berhenti (dari mengambil riba), Maka baginya apa yang Telah diambilnya dahulu[***] (sebelum datang larangan); dan urusannya (terserah) kepada Allah. orang yang kembali (mengambil riba), Maka orang itu adalah penghuni-penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-left: 0pt; margin-right: 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:'Book Antiqua';"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-left: 0pt; margin-right: 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:'Book Antiqua';"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;[*]  Riba itu ada dua macam: nasiah dan fadhl. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:'Book Antiqua';"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;riba nasiah&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:'Book Antiqua';"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt; ialah pembayaran lebih yang disyaratkan oleh orang yang meminjamkan. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:'Book Antiqua';"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;riba fadhl&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:'Book Antiqua';"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt; ialah penukaran suatu barang dengan barang yang sejenis, tetapi lebih banyak jumlahnya Karena orang yang menukarkan mensyaratkan demikian, seperti penukaran emas dengan emas, padi dengan padi, dan sebagainya. riba yang dimaksud dalam ayat Ini riba nasiah yang berlipat ganda yang umum terjadi dalam masyarakat Arab zaman Jahiliyah.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-left: 0pt; margin-right: 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:'Book Antiqua';"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;[**]  Maksudnya: orang yang mengambil riba tidak tenteram jiwanya seperti orang kemasukan syaitan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-left: 0pt; margin-right: 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:'Book Antiqua';"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;[***]  riba yang sudah diambil (dipungut) sebelum turun ayat ini, boleh tidak dikembalikan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-left: 0pt; margin-right: 0pt; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-family:'Book Antiqua';"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-left: 0pt; margin-right: 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:'Book Antiqua';"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;              &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:'Book Antiqua';"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Dalam ayat di atas djelaskan bahwa &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:'Book Antiqua';"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Allah telah menghalalkan jual beli dan&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:'Book Antiqua';"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;mengharamkan riba&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:'Book Antiqua';"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;. Akan tetapi jual beli di dalam ayat ini tidak menjelaskan jual beli apa dan  bagaimana, yang dihalalkan oleh Allah. Memang pada dasarnya jual beli adalah halal atau diperbolehkan selama tidak memenuhi hal-hal yang dapat membatalkan kebolehannya. Sabda Rasulullah Saw :&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-left: 0pt; margin-right: 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:'Book Antiqua';"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Artinya : “ &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:'Book Antiqua';"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Dari Rifa’ah bin Rafi’ ra, ; Bahwasanya Nabi Saw ditanya, Pencarian apakah yang paling baik?  Beliau menjawab: “Ialah orang yang bekerja dengan tangannya, dan tiap-tiap jual beli yang bersih”.  ( HR. Al Bazzar dan disahkan hakim)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-left: 0pt; margin-right: 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:'Book Antiqua';"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-left: 0pt; margin-right: 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:'Book Antiqua';"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;              &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:'Book Antiqua';"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Dari hadits di atas terdapat kalimat &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:'Book Antiqua';"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;dan tiap-tiap jual beli yang bersih&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:'Book Antiqua';"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:'Book Antiqua';"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;  Lalu bagaimana sebenarnya jual beli yang bersih itu ? Yaitu jual beli yang telah memenuhi Rukun dan Syarat sahnya jual beli itu sendiri. Adapun  Rukun jual beli ada lima perkara. Yaitu :&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;ol type="1"&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:'Book Antiqua';"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Penjual&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;p style="margin-left: 36pt; margin-right: 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:'Book Antiqua';"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Penjual haruslah pemilik harta yang akan dijualnya, atau orang yang diberi kuasa untuk menjualnya, dengan syarat dewasa dan tidak bodoh.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;ol start="2" type="1"&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:'Book Antiqua';"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Pembeli&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;p style="margin-left: 36pt; margin-right: 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:'Book Antiqua';"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Pembeli haruslah orang yang dibolehkan membelanjakan harta, tidak boleh orang bodoh dan anak kecil yang belum diizinkan untuk itu. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;ol start="3" type="1"&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:'Book Antiqua';"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Barang yang dijual (obyek jual beli).&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;p style="margin-left: 36pt; margin-right: 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:'Book Antiqua';"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Barang yang dijual harus mubah dan bersih serta dapat diterima, dan diketahui  walaupun hanya sifatnya, oleh pembeli.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;ol start="4" type="1"&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:'Book Antiqua';"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Transaksi.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;p style="margin-left: 36pt; margin-right: 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:'Book Antiqua';"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Transaksi berbentuk &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:'Book Antiqua';"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;ijab&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:'Book Antiqua';"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; dan &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:'Book Antiqua';"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;qabul&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:'Book Antiqua';"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;, dengan suatu ugkapan seperti, “Jualah kepadaku dengan harga sekian,” kemudian penjual mengatakan ,”  Aku jual kepadamu,” misal, lalu memberikan kepadanya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;ol start="5" type="1"&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:'Book Antiqua';"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Persetujuan kedua belah pihak (penjual dan pembeli).&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;p style="margin-left: 36pt; margin-right: 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:'Book Antiqua';"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Tanpa adanya persetujuan kedua pihak, jual beli tidak sah. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:'Book Antiqua';"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;2)&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:'Book Antiqua';"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-left: 36pt; margin-right: 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:'Book Antiqua';"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Hal ini berdasarkan sabda Rasulullah Saw : &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-left: 36pt; margin-right: 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:'Book Antiqua';"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; “&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:'Book Antiqua';"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Jual beli itu berdasarkan kerelaan antara kedua belah pihak (penjual dan pembeli).&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-left: 36pt; margin-right: 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:'Book Antiqua';"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;( HR  Ibnu Majjah)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-left: 36pt; margin-right: 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:'Book Antiqua';"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-left: 0pt; margin-right: 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-left: 0pt; margin-right: 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:'Book Antiqua';"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;2)   Abu Bakar Jabir El-Jazairi, &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:'Book Antiqua';"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Pola Hidup Muslim (Minhajul Muslim), Mu’amalah&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:'Book Antiqua';"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;, Bandung, Remaja Rosda Karya, 1991 hal 40.  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-left: 0pt; margin-right: 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:'Book Antiqua';"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-left: 0pt; margin-right: 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:'Book Antiqua';"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Syarat-syarat penjual dan pembeli di atas sesuai firman Allah dalam Qur’an,  Surat     An-Nisa’ ayat 5 :&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-left: 0pt; margin-right: 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:'Book Antiqua';"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-left: 0pt; margin-right: 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family:'Book Antiqua';"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;5.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:'Book Antiqua';"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;  Dan janganlah kamu serahkan kepada orang-orang yang belum Sempurna akalnya[*], harta (mereka yang ada dalam kekuasaanmu) yang dijadikan Allah seb&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:'Book Antiqua';"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;agai pokok kehidupan. berilah mereka belanja dan Pakaian (dari hasil harta itu) dan ucapkanlah kepada mereka kata-kata yang baik.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-left: 0pt; margin-right: 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family:'Book Antiqua';"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-left: 0pt; margin-right: 0pt;"&gt;&lt;span style="font-family:'Book Antiqua';"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Dalam ayat di atas terdapat kalimat: &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-left: 0pt; margin-right: 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;“&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Dan janganlah kamu serahkan kep&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;ada orang-orang yang &lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;belum&lt;/span&gt;&lt;/b&gt; &lt;b&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;sempurna akalnya&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;”&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;.  Kata &lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;sempurna akalnya &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;pada ayat di atas dapat diartikan sebagai belum baligh, belum cukup umur, belum mampu, baik secara lahiriah, bathiniah, maupun secara keilmuan, bahkan dapat juga diartikan sebagai sedang mabok.  &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-left: 0pt; margin-right: 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-left: 0pt; margin-right: 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;              &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Jadi dengan melihat ayat di atas maka secara hukum tidak sah jual beli dengan orang yang memenuhi unsur-unsur di atas. Tidak sah melakukan transaksi jual beli dengan orang yang belum baligh, sebab, selain belum cukup umur, juga dipandang belum mampu membedakan mana yang hak dan mana yang bathil. Juga tidak sah melakukan transaksi jual beli dengan orang yang sedang mabok. Sebab orang yang mabok sangat terganggu akalnya. Tidak bisa membedakan mana hak dan mana batal. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-left: 0pt; margin-right: 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-left: 0pt; margin-right: 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;              &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Ayat lain yang berkaitan dengan jual beli adalah surat Al Jumu&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;’&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;ah ayat 9 – 10. :&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-left: 0pt; margin-right: 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-left: 0pt; margin-right: 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;9.  &lt;i&gt;Hai orang-orang beriman, apabila diseru untuk menunaikan shalat Jum'at, Maka bersegeralah kamu kepada mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu Mengetahui.&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-left: 0pt; margin-right: 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;10.  Apabila Telah ditunaikan shalat, Maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-left: 0pt; margin-right: 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:'Book Antiqua';"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-left: 0pt; margin-right: 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:'Book Antiqua';"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;              &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:'Book Antiqua';"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Dalam QS Al Jumu’ah ayat 9 di atas dikatakan:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-left: 0pt; margin-right: 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;9.  Hai orang-orang beriman, apabila diseru untuk menunaikan shalat Jum'at, Maka bersegeralah kamu kepada mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu Mengetahui&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:'Book Antiqua';"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-left: 0pt; margin-right: 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family:'Book Antiqua';"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-left: 0pt; margin-right: 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:'Book Antiqua';"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;              &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:'Book Antiqua';"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Dalam ayat di atas disebutkan bahwa  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:'Book Antiqua';"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;apabila&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:'Book Antiqua';"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;diseru untuk menunaikan sholat&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:'Book Antiqua';"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Jum’at&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:'Book Antiqua';"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;, maka kita dihimbau &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:'Book Antiqua';"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;bersegera untuk&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:'Book Antiqua';"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;mengingat Allah&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:'Book Antiqua';"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; dan &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:'Book Antiqua';"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;meninggalkan &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:'Book Antiqua';"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;jual beli.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:'Book Antiqua';"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; Kata &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:'Book Antiqua';"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;jual beli&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:'Book Antiqua';"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; di sini dapat diartikan dalam arti sebenarnya, juga dapat diartikan secara maknawi, yaitu semua aktivitas manusia, seperti kerja kantoran, aktivitas belajar mengajar, dan lain sebagainya. Dan kata &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:'Book Antiqua';"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;sholat Jum’at&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:'Book Antiqua';"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; sendiri lebih diartikan/ditekankan  sebagai &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:'Book Antiqua';"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;mengingat Allah&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:'Book Antiqua';"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;, dan waktunya sholat Jum’at, dan hal ini pun berlaku juga dalam waktu sholat yang lain. Sebab yang menjadi point permasalahan adalah mengingat Allah dalam bermuamalah, yang dalam hal ini adalah jual beli.  Sebab dengan selalu mengingat Allah, insya Allah kita akan terjaga dari sifat-sifat yang kurang terpuji selama beraktivitas jual beli. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-left: 0pt; margin-right: 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:'Book Antiqua';"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-left: 0pt; margin-right: 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:'Book Antiqua';"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;              &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:'Book Antiqua';"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Dalam ayat ke-10 dikatakan:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-left: 0pt; margin-right: 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:'Book Antiqua';"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;10.&lt;i&gt;  Apabila Telah ditunaikan shalat, Maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung.&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-left: 0pt; margin-right: 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:'Book Antiqua';"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-left: 0pt; margin-right: 0pt; text-align: justify;"&gt; &lt;span style="font-family:'Book Antiqua';"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;              &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:'Book Antiqua';"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Ayat di atas menyebutkan apabila telah ditunaikan sholat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi, dan carilah karunia Allah, dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-left: 0pt; margin-right: 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:'Book Antiqua';"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-left: 0pt; margin-right: 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:'Book Antiqua';"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;              &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:'Book Antiqua';"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Jual beli adalah salah satu cara dalam usaha kita, manusia untuk mencari dan mendapatkan karunia Allah. Yang menjadi point penting adalah dalam mencari karunia Allah kita harus selalu mengingat Allah, supaya beruntung /mendapat nilai lebih dari usaha kita, yakni keuntungan duniawi dan ukhrawi. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-left: 0pt; margin-right: 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:'Book Antiqua';"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-left: 0pt; margin-right: 0pt; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-family:'Book Antiqua';"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;KESIMPULAN DAN PENUTUP&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-left: 0pt; margin-right: 0pt; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-family:'Book Antiqua';"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-left: 0pt; margin-right: 0pt; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-family:'Book Antiqua';"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-left: 0pt; margin-right: 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:'Book Antiqua';"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;              &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:'Book Antiqua';"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Dari uraian di muka, dapat ditarik suatu kesimpulan bahwa :&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-left: 0pt; margin-right: 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:'Book Antiqua';"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-left: 0pt; margin-right: 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:'Book Antiqua';"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; Pada dasarnya dalam kehidupan dunia, manusia tidak terlepas dari aktivitas jual beli. Baik jual beli secara langsung, maupun jual beli secara tidak langsung.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-left: 0pt; margin-right: 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:'Book Antiqua';"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-left: 0pt; margin-right: 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:'Book Antiqua';"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;              &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:'Book Antiqua';"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Pada dasarnya jual beli adalah hukumnya halal, selama tidak ada dalil yang membatalkannya. Sebagai umat Islam harus dimulai cara-cara bermuamalah, dalam hal ini jual beli yang sesuai dengan aturan-aturan, etika, dan prinsip Islami. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-left: 0pt; margin-right: 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:'Book Antiqua';"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-left: 0pt; margin-right: 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:'Book Antiqua';"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;              &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:'Book Antiqua';"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Dalam beraktivitas jual beli harus selalu mengingat Allah. Sebab dengan banyak mengingat Allah, insya Allah kita dapat terhindar perkara-perkara yang dapat menghilangkan keberkahan dalam jual beli itu sendiri.  Dan dengan banyak mengingat Allah, insya Allah akan menuai keberuntungan duniawi dan ukhrawi. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-left: 0pt; margin-right: 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:'Book Antiqua';"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-left: 0pt; margin-right: 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:'Book Antiqua';"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;              &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:'Book Antiqua';"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Akhir kata semoga makalah ini dapat memenuhi tugas yang diberikan oleh Dosen Mata Kuliah, dan semoga bermanfaat dalam upaya menyadarkan untuk bermuamalah / jual beli yang sesuai syariat Islam, khususnya bagi diri penulis, dan umat Islam umumnya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-left: 0pt; margin-right: 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:'Book Antiqua';"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-left: 0pt; margin-right: 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:'Book Antiqua';"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;              &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:'Book Antiqua';"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Amin Yaa Robbal ‘Alamin&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-left: 0pt; margin-right: 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:'Book Antiqua';"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-left: 0pt; margin-right: 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:'Book Antiqua';"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-left: 0pt; margin-right: 0pt; text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family:'Book Antiqua';"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;b&gt;DAFTAR PUSTAKA&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-left: 0pt; margin-right: 0pt; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-family:'Book Antiqua';"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;ol type="1"&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:'Book Antiqua';"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Ramli, Mhd, KH.  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:'Book Antiqua';"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Al Kitabul Mubin Tafsir Al Qur’an basa Sunda&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:'Book Antiqua';"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; 1,  Al Ma’arif. ………Percetakan  Offset, &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:'Book Antiqua';"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Rifa’i, Moh, Drs.H,  I&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:'Book Antiqua';"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;lmu Fiqih Islam Lengkap&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:'Book Antiqua';"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;, Semarang, 1978. Toha Putra.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:'Book Antiqua';"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Jazairi, Abu Bakar Jabir El, &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:'Book Antiqua';"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Pola Hidup Muslim (Minhajul Muslim) Mu’amalah&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:'Book Antiqua';"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;, Bandung, 1991. Remaja Rosda Karya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:'Book Antiqua';"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Ramli, Mhd, KH.  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:'Book Antiqua';"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Al Kitabul Mubin Tafsir Al Qur’an basa Sunda&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:'Book Antiqua';"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; 1,  Al Ma’arif. ………Percetakan  Offset, &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:'Book Antiqua';"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Rifa’i, Moh, Drs.H,  I&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:'Book Antiqua';"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;lmu Fiqih Islam Lengkap&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:'Book Antiqua';"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;, Semarang, 1978. Toha Putra.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:'Book Antiqua';"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Jazairi, Abu Bakar Jabir El, &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:'Book Antiqua';"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Pola Hidup Muslim (Minhajul Muslim) Mu’amalah&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:'Book Antiqua';"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;, Bandung, 1991. Remaja Rosda Karya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8836911959831677711-5319310251169288092?l=suburpwr.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://suburpwr.blogspot.com/feeds/5319310251169288092/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://suburpwr.blogspot.com/2009/09/konsep-jual-beli-dlm-al-qur.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8836911959831677711/posts/default/5319310251169288092'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8836911959831677711/posts/default/5319310251169288092'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://suburpwr.blogspot.com/2009/09/konsep-jual-beli-dlm-al-qur.html' title='KONSEP JUAL BELI DALAM AL QUR&apos;AN'/><author><name>Mas Yanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12544157041332963678</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_e6rE9RHBsgE/Sy9sJb2zgjI/AAAAAAAAADU/d8QAJm-5pfA/S220/21-12-09_0713.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
